22.8 C
Samarinda
Monday, July 15, 2024

Cegah Ibu Hamil dari COVID-19, dr Erwin: “Tunda USG jika Hanya Ingin Lihat Hidung Bayi”

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA—Ibu hamil memiliki resiko tinggi terpapar COVID-19.Sebab, kondisi mereka terbilang unik. Tidak bisa dikategorikan sakit, bukan juga orang sehat. Ibu hamil wajib menjaga diri selama pandemi.

Hal ini diungkapkan  dr Erwin Ginting, SpOG, dosen Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Mulawarman dalam Webinar Covid-19 Nasional garapan Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2KPM-LP2M) Universitas Mulawarman, Minggu 13 September 2020.

Menurut dia, memang belum diketahui dampak langsung COVID-19 terhadap kehamilan dan perkembangan janin. Namun, virus Corona sangat berbahaya. Utamanya bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Kondisi ibu hamil, terang dr Erwin, memiliki resiko tinggi dan sangat memungkinkan terjadinya penyakit berat, mobirditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum. “Jadi, kalau ibu hamil terinfeksi virus, maka kondisi tubuhnya akan jauh lebih turun. Makanya, hati-hati jangan sampai terinfeksi,” katanya.

Bagaimana ibu hamil melindungi diri dari paparan COVID-19? Caranya sama saja. Intinya, beber dr Erwin, wajib melaksanakan protokol kesehatan seperti jaga, jarak, menggunakan masker hingga mengkonsumsi makanan bergizi. “Untuk makanan bergizi ini, bukan hanya ibu hamil. Kita semua juga wajib,” tukasnya.

Namun, bagi ibu hamil, ada hal penting dilakukan agar terhindar dari virus corona selama pandemi. Seperti, pemeriksaan trimester pertama kehamilan harus dilakukan oleh dokter. “Pastikan kehamilan di trimester pertama ini benar-benar berkembang secara baik,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut dia, kadang-kadang ibu hamil tidak sabar ingin mengetahui hal-hal tentang janinnya. Padahal, ini tak terlalu penting dan bisa ditunda karena masa pandemi. ”Misalnya mau USG, datang ke dokter karena mau tahu jenis kelaminnya, bentuk hidungnya, mancung atau tidak. Ini nanti bisa belakangan,” ujarnya.

Menurut dia, pemeriksaan kondisi kehamilan selama pandemi sebaiknya mengedepankan telekonsultasi dengan memanfaatkan teknologi. Terkecuali, kata dia, perkembangan kehamilan di semester berikutnya menunjukkan tanda bahaya. Misalnya, pendarahan. Maka, ibu hamil harus mendatangi fasilitas kesehatan.

Dia menambahkan, pada semester ketiga kehamilan, ibu hamil wajib memeriksakan kesiapan kelahiran janin. Hal ini untuk memastikan apakah janin bisa dilahirkan secara normal atau harus melalui operasi.

Sementara, dalam proses persalinan, dokter dan tenaga medis memperlakukan ibu hamil seperti pasien terinfeksi COVID-19 sebagai tindak pencegahan. Misalnya memakai APD. Ini untuk kebaikan ibu hamil dan tenaga medis itu sendiri.

“Jadi, penting memberi pemahaman kepada ibu hamil, bahwa ini bukan karena menganggap pasien kotor dan semacamnya,” beber dokter spesialis yang bertugas di RSUD AW Sjahranie ini.

Narasumber kedua dalam webinar ini adalah dr Annisa Muhy, Sp., M.Biomed dari Fakultas Kedokteran Unmul. Dokter spesialis anak ini memberikan panduan bagi ibu menyusui yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ini mengingat ASI adalah makanan utama dan sangat penting bagi pertumbuhan bayi.

“Menyusui langsung diperbolehkan meski ada resiko bayi tertular. Makanya, ibu harus menggunakan masker. Jika tak bisa diberikan langsung, caranya dengan ASI perah, ASI donor atau relaktasi,” katanya.

Opsi lain, kata dia, adalah memberikan susu formula dengan tetap mempertimbangkan kondisi bayi.

Webinar COVID-19 Nasional seri kedelapan ini adalah rangkaian KKN Tematik Relawan COVID-19 Nasional. Selaku moderator  dr Isma Zul Abdillah Jaya, juga dosen Fakutas Kedokteran Unmul. Webinar dibuka Koordinator P2KPM-LP2M Kiswanto S. Hut, MP, PhD.

Penulis: redaksi headlinekaltim.co.

 

 

 

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER