src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan, pihaknya terus mendorong Pariwisata dan pelaku UMKM untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk menjadi primadona hingga tingkat dunia.
Namun, untuk menjadi Pariwisata yang unggul harus memperhatikan kebersihan lingkungan agar para pengunjung merasa nyaman untuk berwisata di Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau.
“Apalagi kita merupakan kabupaten yang menjadi penyangga wacana Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Sehingga masyarakat yang ada di Kepulauan Maratua harus benar-benar memiliki Pulau ini dengan menjaga keindahan dan kebersihannya,” tegas Bupati Berau pada Sabtu, 5 November 2022 saat dialog di Pulau Maratua.
Disampaikan, apalah arti dorongan dari pusat, provinsi, dan kabupaten jika orang Maratua khususnya tidak mencintai daerahnya. Kata Sri, untuk mencintai Pulau Maratua yakni dengan menjaga kebersihan serta keindahan.
Dikatakan, alangkah malunya jika dari pusat maupun provinsi peduli dengan kebersihan dan keindahan Pulau Maratua. Sementara, masyarakat Berau khususnya Pulau Maratua justru tidak peduli.
“Jika dibelikan fasilitas seperti apa pun tidak ada gunanya, kalau kita yang punya tempat ini tidak menjaga sebaik-baiknya. Padahal tempat ini menjadi primadona Kalimantan Timur bahkan sudah mendunia,” tuturnya.
Dirinya juga jelaskan, Pihak Pemkab Berau akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk Parawisata dan UMKM yang ada di Kabupaten Berau. “Tinggal masyarakat Pulau Maratua yang menjaga itu semua,” ucapnya.
Kata Sri, sampah itu menjadi berkah jika diolah sedemikian rupa sehingga menjadi nilai jual di Kepulauan Maratua. Dirinya juga menegaskan, seluruh masyarakat Maratua yang memiliki UMKM untuk membersihkan lingkungan sekitarnya.
“Saya minta yang berjualan di Kepulauan Maratua harus bertanggung jawab dengan sampahnya masing-masing. Apa tidak malu bule yang datang kesini bersih-bersih pulau Maratua. Bupati saja datang kesini bersih-bersih pantai,” jelasnya.
Dirinya akui merasa sedih jika Kepulauan Maratua yang indah justru masih banyak sampah plastik yang berserakan di pinggir pantai.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis menyampaikan, terkait sampah plastik yang tidak bisa terurai oleh alam.
“Kenapa kita tidak membawa tumbler ke Maratua untuk mengurangi sampah botol plastik, karena tumbler tidak akan kita buang. Saya kira ini solusi bagus untuk menghindari sampah plastik yang akan bertebaran di pulau Maratua,” tuturnya.
Dikatakan, jika satu orang minum 3 air kemasan plastik. Maka kalau yang datang 10 orang artinya ada 30 botol sampah yang harus dibersihkan.
“Untuk itu kita juga harus peduli dengan lingkungan Kabupaten Berau khususnya Pulau Maratua agar tetap terjaga keindahannya,” tutupnya.
Penulis: Riska