src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bobibos, Inovasi BBM Ramah Lingkungan dari Jerami Karya Anak Bangsa

Bobibos, Inovasi BBM Ramah Lingkungan dari Jerami Karya Anak Bangsa

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Nov 2025 10:44 172 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Inovasi energi terbarukan di Indonesia kembali mencuri perhatian publik dengan hadirnya Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos). Produk bahan bakar nabati (BBN) ini dikembangkan PT Inti Sinergi Formula dengan memanfaatkan limbah jerami sebagai sumber energi alternatif beroktan tinggi setara RON 98. Keberadaan Bobibos menjadi bukti kemajuan teknologi lokal dalam menciptakan bahan bakar ramah lingkungan yang berpotensi mendukung kemandirian energi nasional.

Dilansir dari RRI, inovasi Bobibos bertujuan menekan praktik pembakaran jerami pascapanen yang selama ini mencemari udara. Dengan teknologi bioenergi dan suntikan serum khusus, limbah pertanian tersebut diolah menjadi bahan bakar cair yang rendah emisi dan aman bagi lingkungan.

Inovasi ini berawal dari riset panjang M. Ikhlas Thamrin dan timnya selama lebih dari sepuluh tahun. Penelitian tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Jerami dipilih sebagai bahan dasar karena ketersediaannya yang melimpah di wilayah pertanian Indonesia. Selain ramah lingkungan, pemanfaatan jerami juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani. Limbah yang semula tak bernilai kini bisa diolah menjadi bahan bakar bernilai tinggi, membuka peluang usaha di tingkat pedesaan.

Bobibos hadir dalam dua jenis utama, yakni bensin dan solar, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan — mulai dari kendaraan bermotor, mesin pertanian, kapal nelayan, hingga alat industri.

Dari hasil uji lapangan, Bobibos diklaim memiliki efisiensi jarak tempuh lebih tinggi dan performa mesin lebih stabil dibandingkan bahan bakar fosil. Selain itu, bahan bakar ini juga menghasilkan emisi karbon mendekati nol, menjadikannya salah satu kandidat kuat dalam mendukung transisi energi bersih nasional.

Dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 liter per hektare sawah, Bobibos berpotensi menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di sektor pertanian. Petani kini tidak hanya berperan dalam penyediaan pangan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pasokan energi nasional melalui pengelolaan limbah jerami.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x