src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wabup Berau Gamalis. (Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga daya tahan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai opsi stimulus tengah dikaji sebagai upaya mempertahankan sektor yang dinilai paling tangguh menghadapi gejolak ekonomi.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kondisi ekonomi saat ini dirasakan hampir seluruh sektor, baik pemerintah, swasta, maupun perusahaan. Meski demikian, UMKM dinilai masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena memiliki daya tahan yang lebih baik dibanding sektor lainnya.
“Yang sedang kita pertahankan hari ini adalah sektor UMKM,” ucapnya.
Menurutnya, Pemkab Berau akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan bentuk stimulus yang paling tepat bagi pelaku UMKM. Sejumlah alternatif tengah dipertimbangkan, mulai dari bantuan permodalan, kemudahan akses pembiayaan, hingga skema pinjaman berbunga ringan.
Ia menegaskan, keputusan terkait bentuk bantuan belum dapat dipastikan karena masih memerlukan pembahasan bersama, termasuk dengan Bupati Berau dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Kita akan duduk bersama untuk menyatukan pandangan. Setelah itu baru diputuskan stimulus seperti apa yang paling tepat, apakah berupa bantuan, permodalan, kemudahan peminjaman, atau bentuk lainnya,” jelasnya.
Gamalis menambahkan, pemerintah juga akan mempertimbangkan pemanfaatan skema pembiayaan yang telah tersedia, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menawarkan bunga lebih rendah karena mendapat subsidi dari pemerintah.
Kata dia, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha pelaku UMKM di tengah tantangan ekonomi. “Sekaligus memperkuat fondasi perekonomian Kabupaten Berau agar tetap tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. (Adv37/Riska)