src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kepala Sekolah di Kukar Banyak yang Belum Definitif, Ini Penyebabnya

Kepala Sekolah di Kukar Banyak yang Belum Definitif, Ini Penyebabnya

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Mei 2023 18:37 418 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Jumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara masih sangat banyak yang belum definitif dan hanya dijabat oleh guru sebagai Pelaksana Tugas.

Penyebab persoalan tersebut tak lepas dari syarat menjabat Kepala Sekolah yang harus sudah menyandang guru penggerak.

“Masih banyak sekolah di kukar yang dipimpin oleh Plt,” sebut Kadisdikbud kukar, Thauhid Afrilian Noor, Selasa 9 Mei 2023.

Disatu sisi, untuk memenuhi kebutuhan kepsek definitif, si calon kepsek sudah mengikuti pelatihan guru penggerak dan ditetapkan sebagai guru penggerak. Ada juga sebut Thauhid, satu kecamatan kelebihan guru penggerak, namun tidak mau ditempatkan ke kecamatan yang lain untuk jabat kepsek.

“Muara Badak kelebihan guru penggerak, namun belum tentu mau dipindah tugaskan ke kecamatan Sebulu dan Tenggarong Seberang yang kekurangan guru penggerak,” sebutnya.

Pemkab kukar melalui Disdikbud sebut Thauhid pernah mengusulkan ke Kemendikbud Ristek, untuk menggelar pelatihan guru penggerak tersendiri, guna memenuhi kebutuhan guru penggerak di kecamatan-kecamatan.

“Sayangnya usulan tersebut ditolak,” paparnya.

Dirinya berharap, solusi kekurangan guru pengerak untuk memenuhi kebutuhan Kepsek definitif, ada pada formasi penerimaan P3K tahun ini.

“Kita juga tidak ingin, sekolah terlalu lama dipegang oleh Plt Kepsek,” ucapnya.

Dikonfirmasi kepada Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud kukar, Joko Sampurno, terkait berapa angka pasti, sekolah di kukar yang masih dipimpin Plt, Joko tidak mengetahui secara pasti jumlahnya, karena belum ada laporan terbaru yang masuk ke dirinya.

“Belum bisa diketahui secara pasti angkanya,” sebutnya.

Joko yang sebelumnya mengabdi di BKPSDM kukar ini menambahkan, karena ada saja guru yang alami pensiun tiap bulan, sehingga berpengaruhnya juga terhadap struktur organisasi di sekolah.

“Kalau kepsek TK hanya satu orang saja yang Plt, kalau SD dan SMP kami belum mengetahui secara pasti. Kami akan lakukan pendataan lebih lanjut, dengan berkoordinasi dengan bidang SD dan SMP,” pungkasnya.(Andri)

LAINNYA
x