src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Puluhan Pendamping Desa Kukar (Pendekar) dengan ikatan kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) sudah tidak lagi mengabdi.
“Saat ini, kita kekurangan 60 orang Pendekar,” sebut Kepala DPMD Kukar, Arianto, Jumat 12 Mei 2023 di ruang kerjanya.
Arianto mengurai penyebab Kukar kekurangan Pendekar. Misalnya, banyak yang bermain dua kaki alias bekerja juga di lembaga lain. Sesuai perjanjian kerja, mereka harus fokus bekerja sebagai Pendekar.
“Kita larang pendekar bekerja di tempat lain agar fokus mengurusi desa dengan beban kerja yang diamanatkan,” sebut Arianto.
Penyebab lainnya, banyak Pendekar yang tidak sanggup ditempatkan di desa yang jauh lalu mundur. Ironisnya, ada juga pendekar yang bukannya membantu, tapi malah memperkeruh suasana dengan mengkritik kebijakan Pemkab.
“Ada Pendekar yang kerjanya mengkritik kebijakan pemerintah, ini terkesan lucu. Kami yang gaji dan berikan Bimtek, malah mengkritik, akhirnya kita sudahi kontraknya,” jelasnya.
Sementara, ada desa yang tidak miliki pendekar karena saat seleksi tidak ada calon yang melamar.
Kukar kini membutuhkan alias kekurangan 60 orang Pendekar, dari total kebutuhan pendekar sebanyak 237 orang yang bertugas di seluruh desa dan kelurahan se-Kukar.
Solusinya, kata dia, adalah dengan membuka penerimaan calon Pendekar baru.
“Polanya tidak pakai seleksi umum, jadi Pemdes merekomendasi tiga nama calon pendekar, nanti DPMD yang akan memilih satu orang,” ujarnya.
Syarat Pendekar minimal umur 25 tahun dan pendidikan minimal lulusan SMA atau D3.
“Ini masih proses administrasi, kita targetkan awal Juni nanti, sudah terisi Pendekar di seluruh desa dan kelurahan,” pungkasnya.(#)
Penulis: Andri