src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Ada beberapa alasan ilmiah yang bikin muka terlihat lebih tua. (iStockphoto/stock_colors)HEADLINEKALTIM.CO – Muka boros menjadi topik yang kerap diperbincangkan. Meski penuaan merupakan proses alami, berbagai penelitian menunjukkan sejumlah faktor gaya hidup dan lingkungan dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan sehingga wajah tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Dilansir dari CNN Indonesia, istilah “muka boros” dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlihat lebih tua dibanding usia biologisnya. Dalam dunia dermatologi, kondisi tersebut dikenal sebagai penuaan dini atau premature aging pada kulit wajah.
Para ahli menjelaskan bahwa proses penuaan tidak hanya dipengaruhi faktor usia. Kebiasaan sehari-hari hingga paparan lingkungan juga memiliki peran besar dalam mempercepat munculnya kerutan, flek, dan penurunan elastisitas kulit.
Salah satu penyebab terbesar adalah paparan sinar matahari. Berbagai penelitian menunjukkan sinar ultraviolet (UV) dapat memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang merusak DNA kulit sekaligus mempercepat degradasi kolagen dan elastin.
Akibatnya, kulit lebih rentan mengalami keriput, muncul noda hitam, tekstur menjadi kasar, dan kehilangan kekenyalannya. Kondisi tersebut membuat wajah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Selain itu, stres kronis juga berkontribusi terhadap percepatan penuaan kulit. Penelitian menunjukkan stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang memicu oxidative stress serta mengganggu fungsi pelindung alami kulit.
Ketika kondisi ini terjadi, produksi kolagen menurun dan kelembapan kulit lebih mudah berkurang. Dampaknya, wajah tampak kusam, kering, dan garis-garis halus muncul lebih cepat.
Kurang tidur juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Selama tidur, tubuh menjalankan proses regenerasi sel, memperbaiki jaringan kulit, dan menjaga keseimbangan hidrasi.
Jika kualitas tidur buruk atau durasinya kurang, proses pemulihan kulit menjadi terganggu. Wajah pun cenderung terlihat lelah, kusam, mata cekung, dan menunjukkan tanda-tanda penuaan lebih cepat.
Faktor lain yang sering dikaitkan dengan penuaan dini adalah kebiasaan merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat mempercepat kerusakan kolagen akibat peningkatan stres oksidatif serta menghambat sirkulasi darah menuju kulit.
Akibatnya, kulit perokok umumnya tampak lebih kusam, memiliki kerutan yang lebih dalam, dan kehilangan elastisitas dalam waktu lebih cepat dibanding bukan perokok.
Tak hanya itu, pola makan juga berpengaruh terhadap kondisi kulit. Konsumsi gula berlebihan diketahui dapat memicu proses glycation, yaitu kondisi ketika molekul gula merusak struktur kolagen dan elastin.
Proses tersebut membuat kulit lebih mudah kendur dan memunculkan garis halus lebih dini sehingga wajah terlihat lebih tua.
Berdasarkan berbagai penelitian, beberapa kebiasaan yang dapat membantu memperlambat penuaan kulit antara lain menggunakan tabir surya secara rutin, tidur yang cukup, mengelola stres dengan baik, berhenti merokok, menjaga kecukupan cairan tubuh, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan kaya antioksidan.
Para ahli menegaskan bahwa menjaga wajah tetap tampak muda tidak hanya bergantung pada penggunaan produk perawatan kulit yang mahal. Kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang justru menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan penampilan kulit.