src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Datang Terlalu Cepat, Ini Alasan Uban Mulai Muncul di Usia 20-an

Datang Terlalu Cepat, Ini Alasan Uban Mulai Muncul di Usia 20-an

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 14:56 13 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Rambut beruban usia muda menjadi sejumlah faktor yang sering dikaitkan dengan kemunculan rambut putih pada usia muda. Fenomena ini kini semakin banyak ditemukan pada kalangan milenial dan Gen Z, bahkan saat mereka masih berada di rentang usia 20 hingga 30 tahun.

Dilansir dari CNN Indonesia, kemunculan uban yang sebelumnya identik dengan proses penuaan kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia muda. Tidak sedikit orang yang mulai menemukan helai rambut berwarna abu-abu atau putih sejak usia belasan hingga awal 20-an.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology pada 2021, uban umumnya mulai muncul pada usia pertengahan 30-an untuk ras Kaukasia, akhir 30-an pada populasi Asia, dan sekitar usia 40-an pada populasi Afrika.

Meski demikian, perkembangan berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemunculan uban tidak hanya dipengaruhi faktor usia. Sejumlah faktor lain turut berperan dalam mempercepat hilangnya pigmen rambut.

Salah satu penyebab utama adalah faktor genetik. Mengutip Science Insights, seseorang yang memiliki orang tua dengan riwayat uban dini berpeluang lebih besar mengalami kondisi serupa.

Para peneliti menjelaskan adanya gen bernama IRF4 yang berperan dalam proses produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada rambut. Variasi pada gen tersebut dapat membuat kemampuan pigmentasi rambut menurun lebih cepat sehingga uban muncul lebih awal.

Selain faktor keturunan, stres juga menjadi salah satu pemicu yang banyak dikaitkan dengan uban dini. Tekanan mental berkepanjangan diketahui tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga kesehatan rambut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa stres dapat memicu pelepasan norepinefrin oleh sistem saraf. Kondisi ini membuat sel punca pigmen rambut bekerja secara berlebihan hingga akhirnya kehilangan kemampuannya menghasilkan warna pada rambut baru.

Faktor berikutnya adalah kekurangan mineral tertentu dalam tubuh. Sejumlah ahli mulai menyoroti hubungan antara keseimbangan mineral dan kesehatan pigmen rambut.

Integrative health coach asal Ohio, Catarina Orr-Evans, merujuk pada penelitian Paul Eck yang menemukan bahwa mineral seperti zat besi dan mangan memiliki peran penting dalam produksi energi yang memengaruhi warna rambut.

Penelitian lain yang dilakukan Isfahan University of Medical Science pada 2012 menemukan kadar tembaga yang lebih rendah pada individu dengan uban dini, terutama mereka yang berusia di bawah 20 tahun.

Dokter spesialis dermatologi Viktoryia Kazlosukaya menjelaskan bahwa tembaga, seng, dan zat besi merupakan komponen penting dalam proses pembentukan pigmen rambut. Ia juga menyebut uban dini kerap ditemukan pada pasien dengan anemia akibat kekurangan zat besi.

Selain itu, beberapa kondisi medis tertentu juga dapat memicu munculnya uban lebih cepat. Gangguan metabolisme tembaga seperti Menkes disease menjadi salah satu contoh kondisi yang dapat memengaruhi warna rambut.

Tak hanya itu, kekurangan vitamin B12, gangguan fungsi tiroid, hingga penyakit autoimun juga diketahui memiliki hubungan dengan percepatan proses munculnya uban.

Para ahli menilai kemunculan uban pada usia muda tidak lagi dapat dianggap sebagai fenomena yang sepenuhnya tidak biasa. Faktor genetik, pola makan, kondisi kesehatan, hingga tekanan hidup modern menjadi kombinasi yang dapat mempercepat perubahan warna rambut pada sebagian orang.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x