src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Menuju MTQN XXXI Jawa Tengah, Kafilah Kaltim Jalani Training Center Intensif Kejar Prestasi Nasional

Menuju MTQN XXXI Jawa Tengah, Kafilah Kaltim Jalani Training Center Intensif Kejar Prestasi Nasional

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 14:39 7 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – MTQN XXXI Jawa Tengah menjadi fokus persiapan Kalimantan Timur menjelang ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional. Melalui pemusatan latihan yang digelar selama beberapa hari, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.

Dilansir dari Kaltimprov.go.id, Training Center (TC) bagi peserta Kafilah Kalimantan Timur yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI di Jawa Tengah resmi dimulai. Kegiatan tersebut berlangsung pada 2 hingga 5 Juni 2026 dan dibuka oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Selasa (2/6/2026).

Pembukaan pemusatan latihan turut dihadiri pengurus LPTQ Kalimantan Timur, para pelatih, serta peserta yang akan mewakili daerah pada ajang nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menegaskan bahwa pelaksanaan Training Center harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas peserta sehingga mampu tampil lebih baik saat kompetisi berlangsung.

“Dengan adanya TC ini, kualitas peserta harus semakin meningkat. Kalau tidak bisa hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi terus berkembang hingga pelaksanaan MTQN dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” tegas Sri Wahyuni.

Menurutnya, seluruh peserta yang mengikuti TC merupakan individu terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat. Karena itu, kesempatan yang diperoleh harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bagian dari persiapan menuju MTQN XXXI.

“Bagi saya, tidak hadir sekali saja dalam mendampingi pelaksanaan TC sudah terasa tertinggal. Apalagi bagi mereka yang kemarin belum lolos. Tentu mereka berharap bisa terus membersamai hingga tahapan akhir. Karena itu, manfaatkan kesempatan dan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sri Wahyuni juga mengingatkan bahwa setiap proses menuju prestasi membutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi selama masa persiapan justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta.

“Perjuangan memang tidak ada yang mudah. Kita harus melewati berbagai hal yang mungkin tidak menyenangkan. Namun justru dari situ kita belajar menghargai banyak hal, terutama waktu yang tidak akan pernah kembali. Jangan lengah, harus siap dan lebih siap lagi,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa perjuangan para qari dan qariah tidak berhenti setelah mengikuti MTQN. Jika berhasil meraih prestasi, mereka diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan memperdalam ilmu sesuai bidang yang ditekuni.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya tilawah, LPTQ Kalimantan Timur juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Al Azhar melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi peserta yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional untuk melanjutkan dan memperdalam pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Wakil Ketua II LPTQ Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, mengajak seluruh peserta untuk memaksimalkan waktu yang tersedia melalui latihan yang disiplin dan berkelanjutan.

“Waktu yang tersisa memang tidak banyak untuk mempersiapkan diri menjadi peserta terbaik di MTQN. Namun kami memberikan kepercayaan penuh kepada seluruh peserta. Dengan latihan yang rutin dan sungguh-sungguh, kami yakin mereka mampu memberikan hasil terbaik bagi Kalimantan Timur,” katanya.

Melalui pelaksanaan Training Center ini, Kafilah Kaltim diharapkan mampu tampil optimal pada MTQN XXXI Jawa Tengah dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi daerah.

LAINNYA
x