src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Lima Hari Pencarian di Muara Berau, Hasriarto Tak Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Lima Hari Pencarian di Muara Berau, Hasriarto Tak Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 20:58 41 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pada Senin. 21 Juli 2026, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur resmi menutup Operasi SAR terhadap Hasriarto (37), warga RT 01 Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Korban dilaporkan hilang di perairan Muara Berau.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban berangkat memancing seorang diri pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WITA dan tak kembali. Keesokan harinya, Kamis, 16 Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, warga dan nelayan setempat menemukan kapal milik korban dalam kondisi setengah tenggelam. Namun korban tidak berada di lokasi dan hingga saat itu belum diketahui keberadaannya.

Pada hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi dengan cakupan area pencarian seluas 587 mil laut persegi. Berbagai metode pencarian dilakukan baik melalui penyisiran permukaan perairan maupun pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi area keberadaan korban.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Damkar Muara Badak, Potensi SAR Muara Badak, serta keluarga korban. Sejumlah sarana dan prasarana juga dikerahkan, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat TNI AL, speed boat Polairud, speed boat Damkar Muara Badak, perahu nelayan, peralatan SAR air, peralatan selam, peralatan komunikasi, dan peralatan medis.

Meskipun cuaca selama pelaksanaan operasi terpantau cerah, proses pencarian terkendala oleh kondisi gelombang yang cukup tinggi di wilayah pencarian. Setelah upaya pencarian dilakukan secara maksimal selama lima hari dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Tim SAR Gabungan melaksanakan evaluasi bersama keluarga korban dan unsur terkait. “Berdasarkan hasil evaluasi serta kesepakatan bersama keluarga korban dan seluruh unsur yang terlibat, Operasi SAR terhadap korban dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan serta kesiapsiagaan apabila terdapat perkembangan informasi baru terkait korban,” kata Kepala Basarnas Balikpapan Dody Setiawan, Senin 21 Juli 2026.

Dody menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, instansi terkait, nelayan, serta masyarakat yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan operasi pencarian selama berlangsung. (*/ama)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x