src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Warung Makan di Jalan Flores Hangus Dilalap Si Jago Merah

Warung Makan di Jalan Flores Hangus Dilalap Si Jago Merah

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jul 2026 12:19 17 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Aktivitas memasak di sebuah warung makan di Jalan Flores, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, berubah menjadi kepanikan setelah api tiba-tiba muncul dan membesar pada Rabu (1/7/2026) pagi. Insiden ini berujung pada kebakaran hebat yang menghanguskan satu unit ruko.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.03 WITA itu diduga dipicu oleh kebocoran gas elpiji saat proses memasak berlangsung. Dalam waktu singkat, api membesar dan sulit dikendalikan hingga melahap sebagian besar bangunan.

Pemilik warung makan “Bojonegoro”, Suharto, menceritakan bahwa kejadian bermula dari aktivitas rutin di dapur. “Waktu itu lagi masak seperti biasa. Tiba-tiba ada dugaan gas bocor dari selang. Sudah sempat kami coba padamkan pakai APAR, tapi api tidak bisa dikendalikan dan malah membesar,” ujarnya.

Upaya pemadaman mandiri tidak membuahkan hasil. Api justru semakin membesar dan menjalar ke bagian lain bangunan, memicu kebakaran yang tidak lagi bisa ditangani secara manual. Laporan kejadian langsung diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. Tim pemadam segera dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Supriyanto, menyebut saat petugas tiba, kondisi api sudah cukup besar dan membakar bagian utama bangunan. “Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak ke lokasi. Saat tiba, api sudah membesar dan melahap satu unit ruko warung makan,” terang Akhmad.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan pemilik, sumber api diduga berasal dari kebocoran gas saat pemasangan regulator. Kebocoran tersebut memicu percikan api yang kemudian berkembang menjadi kebakaran besar. “Dari keterangan pemilik, saat pemasangan regulator kemungkinan terjadi kebocoran gas yang kemudian memicu api,” jelasnya.

Meski demikian, pihak pemadam menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Respons cepat petugas menjadi kunci dalam mengendalikan situasi. Dalam waktu sekitar 45 menit, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. “Alhamdulillah tidak merembet ke bangunan lain. Hanya satu ruko yang terbakar,” ungkapnya.

Sebanyak empat unit armada pemadam dikerahkan dalam penanganan kejadian ini, terdiri dari tiga unit dari Posko 1 dan satu unit dari Posko 2, serta dukungan relawan yang turut membantu proses pemadaman.

Kondisi lokasi yang berada di tepi jalan serta ketersediaan sumber air yang memadai turut mempercepat proses penanganan di lapangan. “Tidak ada kendala berarti di lapangan. Sumber air juga tersedia sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat,” tandasnya. (ns)

LAINNYA
x