src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Marbot dan Remaja Masjid Al-Mizan Buka Usaha Pentol dan 'Mosque Coffee"

Marbot dan Remaja Masjid Al-Mizan Buka Usaha Pentol dan ‘Mosque Coffee”

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 19:17 18 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dana Peduli Umat (DPU) Kaltim membuat program penguatan ekonomi umat melalui subprogram pemberdayaan dengan membantu marbot dan remaja Masjid Al-Mizan, Kecamatan Loa Kulu memiliki usaha ekonomi produktif.

“Hari ini kita luncurkan Gerai Pentol Barokah dan Masjid Kafe sebagai usaha penguatan ekonomi umat, khususnya marbot dan remaja masjid,” ujar Kepala Cabang DPU Kukar, Adi Wijaya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Program pemberdayaan ini ingin memastikan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah seremonial, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi yang berdampak terhadap perekonomian marbot dan remaja masjid. Selain meluncurkan dua gerai usaha tersebut, didistribusikan pula bantuan pendidikan bagi siswa yatim yang bersekolah di SMAN 1 Loa Kulu, serta pembagian sembako bagi fakir miskin.

“Program ini merupakan kerja sama dengan mitra kerja DPU, yaitu PT Multi Harapan Utama (MHU) bersinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar,” jelasnya.

Ketua Forum CSR PT MHU Muslim Gunawan optimistis usaha pentol dan kopi Masjid Al-Mizan akan berjalan lancar karena lokasinya berada di pinggir jalan raya. Selain itu, jenis usaha yang dipilih dinilai sangat tepat. Pentol menjadi makanan favorit masa kini yang banyak dijual di mana-mana. Adapun minuman kopi juga sudah menjadi tren alias gaya hidup kekinian.

“Dengan memiliki dua gerai usaha, nilai syiarnya tetap berjalan. Jika program pemberdayaan ekonomi marbot dan IRMA (Ikatan Remaja Masjid) ini tumbuh dan berkembang di Al-Mizan, program serupa akan diterapkan di masjid lainnya,” ucapnya.

Ketua DMI Kukar Edi Damansyah menyebut program yang digagas DPU ini sudah sejalan dengan program Dewan Masjid, yaitu pemberdayaan marbot dan IRMA. Sepengetahuan mantan Bupati Kukar, MHU telah berkomitmen menjalankan program pemberdayaan tersebut.

“Program pemberdayaan itu pasti dimulai dari bawah. Tidak semua masjid memiliki sponsor seperti perusahaan. Remaja masjid memiliki ikatan untuk memakmurkan masjid, asalkan memiliki kemauan, pasti bisa memakmurkan masjid,” ujarnya.

“Ke depannya, program pemberdayaan lain bisa disinergikan lagi, diawali dengan pelatihan meracik kopi layaknya barista kafe. Loa Kulu termasuk cepat dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakatnya,” tegasnya.

Menu kopi yang disajikan Kafe Masjid Al-Mizan antara lain Americano, kopi susu gula aren, kopi mocca, serta kopi latte dengan harga yang tentunya lebih ramah di kantong. (Andri)

LAINNYA
x