src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Puncak Kemarau, 14 Kecamatan di Kukar Sudah Alami Karhutla

Puncak Kemarau, 14 Kecamatan di Kukar Sudah Alami Karhutla

waktu baca 2 menit
Rabu, 12 Agu 2026 21:52 36 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dari 20 kecamatan se-Kukar, sudah 14 kecamatan mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). BPBD Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan puncak musim panas terjadi pada bulan Agustus ini.

“Hingga hari ini, kami sudah menangani 36 titik Karhutla yang tersebar di 14 kecamatan,” sebut Sekretaris BPBD Kukar, Aspiannur Sandi.

Aspiannur merinci, kecamatan yang mengalami karhutla adalah Muara Badak, Sangasanga, Muara Jawa, Samboja, Marang Kayu, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong, Samboja Barat, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang.

BPBD memprediksi kemarau baru akan mengalami penurunan pada bulan September nanti. Jadi, kondisi kering dan panas akan terus dihadapi beberapa pekan ke depan. Puncak panas terjadi sejak 8 Agustus lalu. Selama 15 hari terakhir tidak pernah turun hujan. “Bulan November-Desember nanti akan mengalami penurunan suhu panas,” ujarnya.

Puncak panas di bulan ini membuka potensi karhutla yang tinggi sehingga memudahkan api meluas. Kepada masyarakat diimbau untuk mengurangi kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar, dan sampah juga jangan terlalu sering dibakar karena saat ini dalam kondisi musim panas.

BPBD Kukar memastikan akan melakukan tindakan cepat apabila ada laporan masyarakat terkait karhutla. Saat ini, kata Aspiannur, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Samarinda dan Pemprov Kaltim terkait penanganan karhutla di wilayah Kukar. Sebab, Kukar minim armada pemadam Karhutla. Jika ada kejadian luar biasa, maka penanganan bisa dibantu oleh daerah lain.

“Jangan lakukan aktivitas pembakaran lahan dan sampah di sembarang tempat. Karena karhutla yang terjadi sebanyak 80 persen disebabkan oleh kelalaian manusia,” tegasnya. (Andri)

LAINNYA
x