src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Beseprah Erau 2026.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sejumlah warga mengaku tidak kebagian makanan saat acara Beseprah Erau 2026 di depan museum di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Kamis (24/9/2026). Padahal, mereka sudah datang sejak pagi.
Beseprah, tradisi makan bersama Sultan Kukar dan masyarakat, dimulai pukul 08.00 Wita. Warga memadati lokasi untuk menikmati menu yang dihidangkan.
Salah satu warga, Ahmad, mengaku tidak mendapat makanan meski tiba di lokasi sejak pukul 06.30 Wita. Ia mengatakan, ini kali pertamanya menghadiri Beseprah Erau. “Saya malah tidak dapat makanan, padahal saya datang ke sini sejak setengah 7 pagi,” kata Ahmad.
Pengalaman serupa dialami Firman. Ia mengaku sudah lama berada di lokasi, tetapi tidak mendapat makanan sama sekali. “Lapar ini, tidak dapat makanan beseprah,” keluh Firman.
Koordinator Beseprah Panitia Erau 2026 Awang Rifani mengatakan, hampir 100 peserta menyumbangkan makanan dalam acara tersebut. Berdasarkan perhitungan panitia, ketersediaan makanan seharusnya mencukupi.
Ia menduga sebagian warga tidak kebagian karena ada pengunjung yang memasukkan makanan ke kantong plastik untuk dibawa pulang. Padahal, kata dia, makanan harus dinikmati di lokasi.
“Karena, mohon maaf, ada sebagian orang yang datang, memasukkan makanan ke kantong plastik. Padahal itu tidak boleh, harus makan di lokasi,” ujar Awang.
Awang menjelaskan, sumbangan makanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dibagi 80 persen untuk masyarakat dan 20 persen untuk internal kantor. Jatah untuk masyarakat umum ditetapkan 60 persen, lebih banyak daripada aparatur sipil negara (ASN).
Menurut dia, sebenarnya sudah ada sejumlah aturan agar semua pengunjung bisa menikmati hidangan. Panitia, lanjut Awang, akan mengevaluasi prosesi Beseprah setiap tahun.
“Idealnya yang sudah mendapat makanan bisa bergeser dan memberi kesempatan kepada yang lain yang belum kebagian,” tegas Awang. (Andri)