src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Disnakertrans Kukar, Dendi Irwan Fahriza.
HEADLINEKALTIM.CO,TENGGARONG – Jumlah orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mencapai 2.719 orang per Agustus 2026. Sebagian besar berasal dari sektor pertambangan batu bara.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, sektor pertambangan menyumbang 94 persen dari total PHK tersebut. Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. “Yang paling banyak dari sektor pertambangan sebesar 94 persen, apalagi adanya pembatasan RKAB pertambangan,” kata Dendy, Kamis 24 September 2026.
Meski jumlah PHK besar, laporan PHK yang masuk ke Disnakertrans Kukar bukan berasal dari sektor pertambangan. Laporan itu justru datang dari sektor lain, seperti perkebunan kelapa sawit. “Ada lima laporan yang kami tangani untuk dimediasi dan dicarikan solusi, seperti kejadian di perusahaan perkebunan di Muara Kaman,” ujar Dendy.
Kasus tersebut menimpa pekerja berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Mereka di-PHK sebelum kontrak kerjanya habis. Namun, menurut Dendy, hak-hak pekerja PKWT yang belum diterima tetap harus diselesaikan perusahaan. “Biasanya pekerja PKWT itu per tiga bulan selesai. Apakah dilanjutkan atau tidak, tergantung perusahaan,” tuturnya.
Dendy juga mengimbau para mantan pekerja segera mengurus Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) di BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyayangkan apabila hak tersebut tidak diurus, sebab iurannya berasal dari potongan gaji karyawan setiap bulan sehingga bisa dianggap sebagai tabungan.
Selama ini, kata dia, pengurusan JKP di perusahaan umumnya hanya dilakukan oleh pejabat tertentu. Dendy menilai lebih baik jika pengurusan dilakukan secara kolektif bersama karyawan lain. Jika diurus sendiri-sendiri, prosesnya berpotensi lebih lama karena terjadi penumpukan berkas. “Keuntunganya lagi, kalau mengurus di BPJS Ketenagakerjaan, akan mendapatkan info-info lowongan kerja baru,” kata Dendy. (Andri)