src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Minta Debat Babinsa vs Kasatpol PP Tak Dibesar-besarkan, Wali Kota: Cuma Soal Komunikasi

Minta Debat Babinsa vs Kasatpol PP Tak Dibesar-besarkan, Wali Kota: Cuma Soal Komunikasi

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 19:53 38 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun, angkat bicara menanggapi video yang memperlihatkan debat antara seorang oknum anggota TNI dan Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, saat razia di sebuah kafe di Jalan Teuku Umar, Selasa, 22 September 2026 malam.

Video tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial dan mendapat tanggapan publik beragam. Bahkan, permintaan maaf datang dari Komandan Kodim 0901/Samarinda, Kolonel Inf Arif Hermad.

Andi Harun justru menilai insiden tersebut murni persoalan komunikasi yang terjadi di lapangan, bukan bentuk pertentangan antara institusi Satpol PP dengan TNI. “Enggak, ini hanya masalah komunikasi kok,” ujar Andi Harun Kamis, 24 September 2026.

Ia mengungkap, berdasarkan laporan yang diterimanya dari berbagai sumber termasuk unsur intelijen, sebelum ketegangan itu terjadi sempat ada peristiwa keributan lain di lokasi. Tim gabungan yang datang setelahnya disebutnya berada dalam kondisi lelah usai menangani situasi tersebut sehingga ia meminta publik tidak langsung menghakimi seluruh kinerja Babinsa hanya dari satu insiden semata. Mengingat jasa mereka selama ini cukup besar dalam menjaga keamanan di wilayah.

Andi Harun menegaskan pentingnya menjaga soliditas antara pemerintah daerah dengan TNI/Polri di tingkat wilayah. Ini pondasi utama keamanan dan ketertiban di Samarinda. Ia meminta publik maupun media tidak membesar-besarkan insiden tersebut hingga menimbulkan kesan seolah ada pertentangan antarinstansi.

“Jangan eksploitasi satu kesalahan yang tidak terlalu berdasar lalu menjadi isu yang digoreng-goreng. Pokoknya pemerintah, TNI, dan Polri itu kompak bersama kejaksaan,” tegas dia.

Ia juga menyoroti pemberitaan di sejumlah kanal media sosial yang dinilainya sudah mengarah tidak produktif karena seolah mempertentangkan langkah rutin pemerintah dalam menjalankan patroli dengan satu insiden yang menurutnya hanya soal cara merespons dan nada bicara semata.

Andi Harun menilai, tidak ada pertentangan antara Satpol PP dan TNI. Hanya sedikit miskomunikasi di lapangan. Ia mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Dandim 0901/Samarinda maupun jajaran Satpol PP, untuk memperbaiki tata kelola operasi rutin ke depannya, khususnya dari sisi komunikasi yang lebih presisi dan efektif, baik kepada unsur TNI-Polri maupun masyarakat umum.

Di sisi lain, ia turut menegaskan dukungannya terhadap kinerja Satpol PP Kota Samarinda, yang dinilainya sudah menjalankan tugas dengan benar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lewat operasi-operasi rutin yang dilakukan selama ini.

“Apa yang dilakukan Satpol, saya harus menyatakan mereka sudah benar. Tolong dihentikan membesar-besarkan masalah itu, karena sebenarnya hanya masalah komunikasi saja,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Harun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI dan Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, atas soliditas yang selama ini terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Samarinda. “Terima kasih kepada teman-teman TNI, Polri sampai tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selama ini sangat solid menjaga kamtibmas di Kota Samarinda,” pungkas Andi Harun. (Retno)

LAINNYA
x