src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kemarau Panjang, Prajurit TNI/Polri dan Masyarakat Balikpapan Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

Kemarau Panjang, Prajurit TNI/Polri dan Masyarakat Balikpapan Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 17:34 32 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN–Sekitar 850 prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Makodam VI/Mulawarman, Sabtu 29 Agustus 2026. Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Salat Istisqa dimulai pukul 06.56 WITA dan berlangsung khusyuk. Pelaksanaan salat ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap dampak kemarau, termasuk kekeringan, keterbatasan air bersih, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Andy Setyawan, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, serta jajaran pejabat TNI-Polri, BPBD, Basarnas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Salat Istisqa sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak istighfar, serta memohon ampun dan pertolongan Allah SWT. “Salat Istisqa mengajarkan kita untuk menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan memiliki keterbatasan. Mari kita memperbanyak istighfar, memohon ampun atas segala dosa, serta memohon dengan penuh kerendahan hati agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan,” tuturnya.

Selain mengajak untuk memperkuat ikhtiar spiritual, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan dan relawan yang terus melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Mari kita saling menjaga, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta mempererat sinergi dalam menghadapi kondisi kemarau dan ancaman karhutla,” imbaunya.

Bertindak sebagai imam, Ustadz H. Khoirul Fatoni, S.Pd., memimpin pelaksanaan Salat Istisqa. Sementara itu, khotbah disampaikan Ustadz H. Irfanuddin Hashim. Dalam khotbahnya, Ustadz Irfanuddin mengingatkan pentingnya doa, introspeksi, kesabaran, dan tawakal dalam menghadapi kemarau. Ia juga menyampaikan kisah Sayyidina Umar bin Khattab RA ketika masyarakat Madinah menghadapi kemarau panjang dan memohon turunnya hujan.

“Andai setelah salat ini Allah turunkan hujan, itu bukan semata karena hebatnya doa kita, melainkan karena begitu luasnya rahmat dan kasih sayang-Nya. Dan andai hujan belum ditakdirkan turun, Allah sedang mengajari kita untuk terus belajar, bersabar, dan bertawakal,” ujarnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa yang bertepatan dengan momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi penguat ikhtiar bersama dalam menghadapi kemarau panjang. Doa juga dipanjatkan agar hujan segera turun, kebutuhan air masyarakat terpenuhi, serta wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terhindar dari dampak kekeringan dan karhutla. (iwan)

LAINNYA
x