src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Selain Air Bersih, Desa Menamang Kiri juga Krisis Listrik

Selain Air Bersih, Desa Menamang Kiri juga Krisis Listrik

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Sep 2026 22:08 21 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Krisis tak hanya dialami warga Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, dalam hal air bersih. Warga desa itu juga mengalami krisis listrik. Hanya bisa menikmati aliran setrum dari genset milik desa selama enam jam per hari.

“Bisa nikmati listrik dari jam 6 sore hingga jam 12 malam, setelah itu mati,” kata Kepala Desa (Kades) Menamang Kiri Jainuddin, Jumat 25 September 2026.

Jainuddin menjelaskan, bagi warga yang ingin menikmati listrik di luar jam operasional genset desa, mereka harus membeli genset sendiri. Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kaltim. “Tapi PLTS tersebut tidak bisa dioperasikan, karena operator pengelolanya tidak ada,” ujarnya.

Jainuddin menyebut, bahan bakar untuk genset milik desa selama ini mengandalkan bantuan dari sejumlah perusahaan dan koperasi setempat. Ia khawatir, operasional genset besar tersebut akan terganggu apabila bantuan bahan bakar solar tersebut suatu saat terhenti. “Pernah kami minta ke masyarakat Rp50 ribu per bulan, tapi hanya berjalan beberapa bulan saja, setelah itu retribusi tersebut distop,” jelasnya.

Selain persoalan listrik dan air bersih, warga Menamang Kiri juga menghadapi kendala akses layanan kesehatan. Jainuddin menyebut, di desanya hanya tersedia Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ditangani seorang bidan. Warga yang mengalami sakit keras harus dirujuk ke Puskesmas Bunga Jadi, sementara jarak ke Puskesmas Induk Muara Kaman lebih jauh lagi.

“Kalau masyarakat ada yang sakit keras ke Puskesmas Bunga Jadi jarak tempuh 86 kilometer. Sebagian besar masyarakat Desa Menamang Kiri rata-rata bekerja sebagai petani sawit,” pungkasnya. (Andri)

LAINNYA
x