src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tiga Orang Terekam di Lokasi Karhutla Tol Balsam, BPBD Duga Sengaja Dibakar

Tiga Orang Terekam di Lokasi Karhutla Tol Balsam, BPBD Duga Sengaja Dibakar

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Okt 2026 11:56 26 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Petugas jalan tol sempat merekam keberadaan sekitar tiga orang di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer (KM) 78+200 jalur B Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Minggu, 25 Oktober 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menduga terdapat aktivitas pembakaran di lokasi tersebut, meski penyebab pasti kebakaran belum dipastikan.

Kebakaran yang terjadi di tepi jalan tol arah Samarinda menuju Balikpapan itu dilaporkan kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda sekitar pukul 11.00 WITA. Api kemudian meluas hingga sekitar 3 hektare dan masih dalam penanganan tim gabungan hingga pukul 16.26 Wita Minggu sore.

Suwarso bilang, petugas jalan tol sempat merekam tiga orang di sekitar lokasi. Namun, mereka tidak berhasil dikejar. Keberadaan orang-orang tersebut menjadi salah satu hal yang menimbulkan dugaan adanya aktivitas pembakaran di kawasan itu.

“Tadi dari petugas jalan tol juga sempat merekam ada sekitar 3 orang. Namun demikian tidak sempat kita kejar. Dan di lokasi ini patut diduga ya mungkin melakukan pembakaran, karena tidak ada kepentingan apa pun di pinggir jalan tol ini selain aktivitas itu,” kata Suwarso.

Meski demikian, Suwarso belum dapat memastikan apakah kebakaran tersebut sengaja dilakukan. Ia juga menyebut kebakaran lahan di dekat pintu Tol Palaran yang menurut perkiraannya diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran untuk pemanfaatan lahan.

“Kalau menurut prediksi saya, di kebakaran yang sisi dekat pintu tol Palaran itu juga diduga dilakukan pembakaran karena sepertinya itu sudah dibatasi ya segi empat itu untuk kepentingan entah itu tanaman, entah itu kolam gitu ya,” ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran di KM 78+200, tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, Gakkum, kelompok masyarakat peduli api (KTPA), Manggala Agni, Jasa Marga, dan relawan dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman menghadapi kendala angin kencang yang mengarah ke sisi jalan tol lainnya, serta jarak sumber air yang cukup jauh.

Kondisi tersebut membuat pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Petugas harus bolak-balik mengambil air, sementara penanganan dilakukan dari jalan tol karena kendaraan tidak dapat menjangkau titik kebakaran melalui akses terdekat.

Kebakaran itu juga berdampak pada arus lalu lintas. Pengendara yang melintas di sekitar lokasi perlu mengurangi kecepatan selama proses penanganan berlangsung.

“Pasti mengalami gangguan karena kecepatan harus dikurangi, memang penanganannya harus dari jalan tol. Kendaraan roda 4 maupun roda 2 tidak dapat menjangkau ke lokasi titik terdekat tadi,” tutup Suwarso. (Retno)

LAINNYA
x