src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pengidap ISPA. (Sumber : Ist/RRI)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menurun pada Oktober 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi meskipun kondisi kabut asap masih pekat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah mengatakan, jumlah kasus ISPA pada September 2026 mencapai 10.012. Pada Oktober, angkanya turun menjadi sekitar 6.000 kasus. “Pada September lalu sekitar 10.012 kasus ISPA, saat ini mengalami penurunan sudah di angka 6.000 kasus. Angka pastinya akan diketahui akhir bulan,” ujar Ismi di Pendopo Bupati Kukar, Jumat 23 Oktober 2026.
Ismi menyebutkan, tidak ada pasien ISPA yang meninggal dunia. Penanganan dilakukan secara intensif oleh tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Dia juga memastikan obat ISPA tersedia di puskesmas. Dinkes Kukar juga memantau pasokan obat dan menambah stok obat batuk serta demam. “Di 32 puskesmas tersedia obat ISPA,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga menggencarkan sosialisasi penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. Dinkes berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Warga juga diimbau menjaga kondisi tubuh dan tidak keluar rumah jika tidak perlu. Ismi meminta masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan segera menghubungi dokter atau datang ke puskesmas agar cepat mendapat penanganan medis.
“Kita berharap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cepat padam serta tidak semakin parah agar kesehatan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya. (Andri)