src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat dengar pendapat DPRD Kukar bersama warga Desa Menamang Kiri membahas krisis air bersih. (Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG — Warga Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, hingga kini belum dapat menikmati layanan air bersih PDAM maupun listrik PLN. Untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), warga masih mengandalkan air Sungai Menamang Kiri meski dengan rasa waswas.
Kepala Desa Menamang Kiri, Jainuddin, mengatakan kekhawatiran itu muncul karena di bagian hulu sungai terdapat sejumlah perusahaan yang berpotensi mencemari aliran air. “Di hulu sungai ada beberapa perusahaan, kami khawatir airnya bercampur limbah atau mengandung racun,” kata Jainuddin saat rapat dengar pendapat (RDP) mengenai penanganan krisis air bersih bersama Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat 25 September 2026.
Kondisi diperparah oleh musim kemarau panjang yang membuat debit Sungai Menamang Kiri menyusut dan airnya mulai mengering. Sebagai alternatif, warga mengambil air dari Sungai Mau yang kualitasnya masih relatif bersih dan terjaga. Namun, jarak yang harus ditempuh untuk mencapai sumber air tersebut cukup jauh, yakni sekitar satu kilometer.
Menamang Kiri dihuni sekitar 400 kepala keluarga yang tersebar di enam RT. Menurut Jainuddin, hampir seluruh kebutuhan air warga, termasuk usaha air isi ulang, kini bergantung pada Sungai Mau.
Pamsimas Mangkrak sejak 2023
Sebenarnya, pemerintah desa telah membangun jaringan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sejak 2023 untuk mengatasi persoalan ini. Namun, fasilitas tersebut hingga kini belum bisa dioperasikan. Jainuddin menyebut, jika Pamsimas berfungsi, prasarana itu mampu mengalirkan air bersih ke 166 sambungan rumah (SR).
Sebagai solusi jangka pendek, Jainuddin mengusulkan pembangunan sumur bor di setiap RT. Pemerintah desa bersama pengurus RT berencana mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan yang beroperasi di wilayah Menamang Kiri agar turut membangun sumur bor bagi warga. “Semoga ada perusahaan yang bersedia membantu membuatkan sumur bor,” ujarnya.
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang, memastikan pihaknya akan mendorong perusahaan-perusahaan di sekitar Menamang Kiri untuk membantu pembuatan sumur bor, khususnya bagi warga RT 5 dan RT 6 yang dinilai paling mendesak membutuhkan akses air bersih.
DPRD Kukar menjadwalkan meninjau langsung kondisi krisis air di Menamang Kiri pada pekan depan. “Secepatnya perusahaan bantu membuat sumur bor. Kasihan masyarakat yang kesulitan air bersih,” kata Desman.
Perwakilan PT Surya Hutani Jaya, Arnold Siagian, menyatakan kesiapan perusahaannya untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Dengan catatan sumber air yang layak tersedia. “Asalkan sumber airnya ada, kami siap membuatkannya,” ujar Arnold. (Andri)