src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) Maman Setiawan. (HEADLINEKALTIM.CO/ANDRI)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Stok alat kontrasepsi di gudang Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, habis pada awal Oktober 2026. Hal itu dikonfirmasi Kepala DP2KB Kukar Maman Setiawan.
“Ya, sudah habis. Alat kontrasepsi sudah disebarkan ke 32 puskesmas se-Kukar,” kata Maman, Sabtu 3 Oktober 2026.
Maman memperkirakan sebagian Puskesmas juga sudah kehabisan stok. Pihaknya tidak dapat menambah stok karena pengadaan alat kontrasepsi menjadi kewenangan DP2KB Kaltim. Kukar hanya mengusulkan kebutuhan. “Kami akan mengusulkan kembali pengadaan alat kontrasepsi untuk kebutuhan tahun depan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), jumlah pasangan usia subur di Kukar mencapai 118.285 pasangan. Dari jumlah itu, 89.848 pasangan aktif mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Capaian tersebut melampaui target nasional sebesar 61 persen. “Capaian KB di Kukar mencapai 76 persen, lebih tinggi dari capaian Kaltim yang hanya 73,5 persen,” ujar Maman.
Ia merinci, metode KB yang paling banyak digunakan pasangan usia subur di Kukar adalah suntik sebesar 48 persen, disusul pil 25,4 persen, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) atau spiral 10 persen, implan 8 persen, dan kondom 4,3 persen. “Sedangkan tubektomi 3,7 persen dan vasektomi 0,1 persen,” jelasnya.
Tingkat partisipasi KB tertinggi tercatat di Kecamatan Kembang Janggut sebesar 82 persen. Berikutnya Sebulu 80,5 persen, Kenohan 79,8 persen, serta Loa Kulu dan Muara Kaman masing-masing 78,8 persen.
Maman menyebut, di kecamatan wilayah hulu Kukar, keinginan memiliki anak lebih dari dua masih cukup tinggi. DP2KB, kata dia, tidak melarang keluarga memiliki anak lebih dari dua, tetapi menganjurkan merencanakan dua anak agar keluarga lebih sejahtera. “Kukar berhasil mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan angka 10 persen lebih,” pungkasnya. (Andri)