src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gamalis Dorong Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Kawasan Produktif

Gamalis Dorong Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Kawasan Produktif

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 22:00 260 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau mulai mengarahkan pengelolaan lahan pascatambang ke arah yang lebih produktif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis saat kegiatan pertemuan dengan pengusaha tambang dan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Ruang Rapat Sangalaki pada Selasa, 21 Juli 2026.

Melalui konsep ekonomi hijau, pemerintah daerah mendorong reklamasi tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru. Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah pemanfaatan tanaman kemiri sunan sebagai solusi rehabilitasi lahan kritis sekaligus bahan baku energi terbarukan.

Gamalis memaparkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

“Pertambangan telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Namun, setiap pemanfaatan sumber daya alam juga membawa tanggung jawab untuk memulihkan kembali fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial kawasan pascatambang,” ujarnya.

Ia menekankan, reklamasi lahan tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif perusahaan. Lebih dari itu, rehabilitasi harus menjadi investasi jangka panjang yang mampu menciptakan kawasan produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, Gamalis mendorong perusahaan tambang di Berau menjadikan reklamasi sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang baik sekaligus bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pemkab Berau siap membangun sinergi dengan dunia usaha, akademisi, lembaga penelitian, hingga pemerintah pusat agar inovasi seperti ini dapat diwujudkan.

“Yang ingin kita wariskan bukan hanya hasil pembangunan, tetapi juga lingkungan yang tetap lestari,” ucapnya.

Sementara itu, Nico Barito memperkenalkan kemiri sunan sebagai tanaman yang dinilai sangat cocok untuk merehabilitasi lahan bekas tambang. Tanaman tersebut memiliki akar yang kuat sehingga mampu tumbuh di lahan kritis, sekaligus menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi biodiesel dan gliserol.

Menurutnya, konsep ini telah diuji di sejumlah kawasan tambang dan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Selain menghijaukan kawasan, kemiri sunan juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui produksi energi terbarukan.

“Ini bukan sekadar penghijauan. Kita menciptakan ekonomi sirkular, dari tambang untuk tambang. Lahannya kembali hijau, ada nilai karbon, dan hasil kemiri sunan dapat diolah menjadi biodiesel yang bisa dimanfaatkan untuk operasional perusahaan,” jelasnya.

Ia berharap Berau dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan reklamasi pascatambang berbasis ekonomi hijau, dengan melibatkan perusahaan tambang, pemerintah, akademisi, dan masyarakat. (Adv52/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x