src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Berau Didorong Jadi Percontohan Pengembangan Biodiesel Kemiri Sunan

Berau Didorong Jadi Percontohan Pengembangan Biodiesel Kemiri Sunan

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 21:03 37 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, mendorong Kabupaten Berau menjadi daerah percontohan nasional dalam pemanfaatan tanaman kemiri sunan di lahan pascatambang. “Tanaman tersebut bukan hanya mampu mempercepat reklamasi lahan kritis, tetapi juga berpotensi menghasilkan biodiesel yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan perusahaan tambang,” jelasnya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Susilo mengatakan gagasan pemanfaatan kemiri sunan bukanlah konsep baru. Ia telah mendorong perusahaan tambang menanami lahan reklamasi dengan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi. “Jangan hanya menghijaukan lahan pascatambang, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kemiri sunan telah diusulkan kepada pemerintah sebagai salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam reklamasi pertambangan. Tanaman ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari berbuah pada usia sekitar tiga tahun, produktif hingga puluhan tahun, serta memiliki rendemen minyak yang tinggi sebagai bahan baku biodiesel.

Menurutnya, kemiri sunan juga tidak bersaing dengan kebutuhan pangan karena buah maupun daunnya bersifat beracun sehingga tidak dikonsumsi manusia. “Justru karena bukan tanaman pangan, kemiri sunan sangat cocok dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hasil olahan minyak kemiri sunan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti mengoperasikan genset, pompa air, hingga mesin pertanian. Dengan demikian, daerah terpencil tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan solar dari luar daerah.

Susilo menilai, pengembangan kemiri sunan juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Warga dapat dilibatkan mulai dari pengumpulan buah, proses pengeringan, hingga pengolahan menjadi minyak mentah yang kemudian diproses menjadi biodiesel. “Kalau setiap kecamatan memiliki sekitar 50 sampai 100 hektare kebun kemiri sunan, kebutuhan energi masyarakat setempat bisa dipenuhi sendiri,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan kemiri sunan akan memberikan manfaat berlapis, yakni mendukung keberhasilan reklamasi pascatambang, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan tambang.

Karena itu, ia mengajak perusahaan-perusahaan tambang di Berau untuk bersama-sama mewujudkan program tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Minerba juga siap memberikan dukungan agar Berau dapat menjadi pilot project nasional. “Saya berharap Berau menjadi contoh. Kalau ini berhasil, daerah lain akan mengikuti. Jangan sampai lahan pascatambang hanya menjadi warisan yang tidak bermanfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x