src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tahun ajaran baru 2026/2027 sudah berjalan. Namun, sebagian siswa baru di Kalimantan Timur masih menunggu paket seragam gratis dari program Gratispol Pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memastikan distribusi tetap berjalan dan akan dilakukan secara bertahap mulai akhir Juli 2026.
Program seragam gratis tersebut menyasar sekitar 65 ribu siswa baru jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Kalimantan Timur. Namun, proses pembagian tidak dilakukan sekaligus karena menyesuaikan kesiapan data siswa penerima di masing-masing sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan pihaknya saat ini masih menyelesaikan proses pengadaan sesuai kontrak yang telah disiapkan. Ia memastikan seluruh paket seragam tetap akan diberikan kepada siswa penerima program.
“Sampai sekarang untuk paket seragam untuk anak kita kelas 10 tahun 2026 ini masih on progress. Jadi kita bekerja berdasarkan kontrak yang sudah disiapkan,” ujar Armin, Selasa 21 Juli 2026.
Armin menyebut, tahap awal pembagian akan dilakukan kepada tiga sekolah unggulan yang dinilai sudah siap dari sisi pendataan siswa baru. Ketiga sekolah tersebut yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Dikatakannya, ketiga sekolah itu menjadi prioritas karena proses penerimaan peserta didik baru telah dilakukan lebih awal sehingga data siswa lebih cepat tersedia. Hal tersebut membuat proses penyaluran seragam dapat dilakukan lebih dahulu dibanding sekolah lainnya. “Insyaallah akhir Juli ini sudah siap kita bagikan untuk tiga sekolah unggulan dulu,” katanya.
Setelah tiga sekolah tersebut, Disdikbud Kaltim akan melanjutkan distribusi ke sekolah lain secara bertahap. Armin memperkirakan seluruh proses pembagian seragam dapat selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Ia menjelaskan, perbedaan waktu distribusi antar sekolah bukan karena adanya perubahan program, melainkan karena proses pendataan siswa baru yang harus disesuaikan agar bantuan tepat sasaran. “Kenapa tiga sekolah unggulan, karena mereka sudah siap dari awal datanya. Anak-anak mereka sudah pendaftaran siswa baru lebih dulu, jadi kita cepat proses,” jelas Armin.
Untuk tahap awal, jumlah siswa penerima dari tiga sekolah unggulan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 800 orang. SMA Negeri 10 Samarinda menjadi salah satu sekolah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni sekitar 350 siswa.
Selain menjadi bagian dari upaya meringankan beban orang tua siswa, program seragam gratis Gratispol Pendidikan juga menjadi salah satu bentuk dukungan Pemprov Kaltim terhadap akses pendidikan yang lebih merata. “Perkiraan siswa di sini 350, berarti kurang lebih sekitar 800 siswa,” pungkas Armin. (Retno)