src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kaki Bengkak karena Ginjal, Kenali Tanda dan Penyebabnya

Kaki Bengkak karena Ginjal, Kenali Tanda dan Penyebabnya

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 14:56 18 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Kaki bengkak karena ginjal dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan fungsi ginjal yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan cairan dan garam. Kondisi ini menyebabkan penumpukan cairan di jaringan tubuh, terutama pada area kaki dan pergelangan kaki, sehingga menimbulkan pembengkakan yang tidak boleh diabaikan.

Dilansir dari Alodokter, pembengkakan pada kaki memang bisa terjadi setelah seseorang berdiri terlalu lama atau melakukan aktivitas berat. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, muncul pada kedua kaki sekaligus, atau disertai keluhan lain, hal itu dapat menjadi indikasi kaki bengkak karena ginjal.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur kadar elektrolit dalam tubuh. Ketika fungsi organ ini mengalami penurunan, kelebihan cairan tidak dapat dikeluarkan secara optimal sehingga memicu edema atau pembengkakan.

Salah satu tanda yang sering muncul adalah pembengkakan pada kedua kaki secara bersamaan. Kondisi ini umumnya terlihat di area pergelangan kaki hingga tungkai bawah akibat penumpukan cairan yang tidak dapat dibuang dengan baik oleh ginjal.

Selain itu, kulit pada area yang bengkak dapat tampak lebih mengilap dan terasa kencang. Penumpukan cairan di bawah permukaan kulit membuat jaringan meregang sehingga tekstur kulit berubah dan terlihat lebih tegang dibandingkan biasanya.

Tanda lainnya adalah munculnya cekungan pada kulit setelah ditekan yang tidak segera kembali seperti semula. Kondisi yang dikenal sebagai pitting edema ini terjadi karena adanya cairan berlebih yang tertahan di jaringan tubuh dan dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal.

Penderita kaki bengkak karena ginjal juga kerap merasakan kaki menjadi lebih berat dan kurang nyaman saat digunakan untuk berjalan atau berdiri dalam waktu lama. Penumpukan cairan menyebabkan tekanan pada jaringan meningkat sehingga pergerakan menjadi lebih terbatas.

Untuk mengatasi kaki bengkak karena ginjal, penanganan perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gangguan yang dialami. Salah satu langkah yang umum dianjurkan adalah membatasi konsumsi garam karena asupan natrium berlebih dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

Dokter biasanya juga menyarankan pasien untuk mengangkat posisi kaki saat beristirahat. Cara ini dapat membantu memperlancar aliran cairan kembali ke pembuluh darah sehingga pembengkakan berangsur berkurang.

Selain perubahan pola hidup, pengobatan dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Obat diuretik atau peluruh kencing kerap diberikan untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine, sekaligus mengatasi penyakit ginjal yang mendasarinya.

Pada kasus yang lebih berat, pasien mungkin memerlukan prosedur dialisis atau cuci darah. Tindakan ini bertujuan membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal dalam menyaring darah, termasuk membuang kelebihan cairan, zat sisa metabolisme, dan racun dari dalam tubuh.

Karena itu, kaki bengkak karena ginjal sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa, terutama jika terjadi berulang, berlangsung lama, atau semakin memburuk. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu penanganan dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi akibat gangguan ginjal dapat diminimalkan.

LAINNYA
x