src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Selain bergantung pada obat, perubahan pola hidup bisa membantu mengontrol dan menurukan tekanan darah tinggi. (iStockphoto/MIND_AND_I)HEADLINEKALTIM.CO – Hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer karena banyak penderitanya tidak menyadari kondisi tersebut hingga muncul komplikasi yang lebih serius. Akibatnya, berbagai cara untuk mengontrol tekanan darah tinggi secara alami pun banyak dicari masyarakat.
Dilansir dari CNN Indonesia, perubahan gaya hidup yang lebih sehat memang dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Namun, cara alami tidak selalu dapat menggantikan penggunaan obat, terutama bagi penderita hipertensi dengan kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah perubahan kebiasaan sehari-hari terbukti dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Meski demikian, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap individu.
Salah satu langkah yang paling dianjurkan adalah mengurangi konsumsi garam. WHO merekomendasikan asupan sodium kurang dari 2.000 miligram per hari atau setara dengan kurang dari 5 gram garam. Konsumsi garam berlebih dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah.
Masyarakat juga disarankan memperhatikan pola makan. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) menjadi salah satu pola makan yang banyak direkomendasikan bagi penderita tekanan darah tinggi. Pola makan ini menitikberatkan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, protein rendah lemak, serta produk susu rendah lemak, sambil membatasi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan.
Selain pola makan, aktivitas fisik yang rutin juga berperan penting dalam membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Beberapa jenis olahraga yang disarankan antara lain jalan cepat, berenang, bersepeda, yoga, hingga latihan beban ringan. Latihan isometrik seperti wall-sit juga disebut dapat memberikan manfaat dalam menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik.
Menjaga berat badan tetap ideal menjadi langkah berikutnya yang tidak kalah penting. Ketika berat badan meningkat, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan tekanan darah. Pedoman dari European Society of Hypertension menempatkan penurunan berat badan sebagai bagian penting dalam pengelolaan hipertensi.
WHO juga menyoroti pentingnya membatasi konsumsi alkohol dan menghentikan kebiasaan merokok. Konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus mengurangi efektivitas obat hipertensi. Sementara itu, merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan stres dan kualitas tidur. Stres berkepanjangan dapat memengaruhi pola makan, kualitas istirahat, serta kebiasaan tidak sehat lainnya yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Di sisi lain, gangguan tidur seperti sleep apnea juga dapat memperburuk kondisi hipertensi.
Meski telah menerapkan berbagai pola hidup sehat, penderita hipertensi tetap dianjurkan untuk rutin memeriksa tekanan darah. Hal ini penting karena tekanan darah tinggi sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya memicu komplikasi serius.
Jika tekanan darah tetap tinggi meski sudah menjalani berbagai upaya alami, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan penggunaan obat guna mencegah risiko kesehatan yang lebih berat.