src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Festival Budaya Abutta Banua 2026. (Foto: Riska/headlinekaltim.coHEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji secara resmi membuka Festival Budaya Abutta Banua 2026 di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau pada Rabu, 1 Juli 2026. Tak hanya menjadi ajang pelestarian adat Kesultanan Sambaliung, tetapi juga diproyeksikan menjadi salah satu peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.
Festival Abutta Banua digelar dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 PKL Basuli. Berbagai pertunjukan seni tradisional, atraksi budaya, serta puluhan pelaku UMKM turut memeriahkan kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tepian Sambaliung, depan Kesultanan Sambaliung.
Seno menegaskan bahwa pengembangan budaya daerah harus menjadi strategi baru di tengah melemahnya kontribusi sektor ekstraktif terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, kebijakan pengetatan anggaran dari pemerintah pusat membuat pemerintah daerah harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Salah satunya melalui wisata budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga aset ekonomi yang harus dikembangkan. Festival seperti Abutta Banua dapat menjadi daya tarik wisata yang berdampak langsung terhadap pelaku UMKM dan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Seno mengungkapkan optimisme terhadap potensi pariwisata Berau. Bahkan dalam perjalanannya menuju Berau, ia melihat tingginya minat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut.
Menurutnya, potensi wisata bahari seperti Derawan dan Maratua perlu dipadukan dengan kekayaan budaya lokal agar Berau semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur di tingkat internasional.
Ia mengajak generasi muda mempelajari tarian, musik, bahasa, dan tradisi lokal agar budaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman. “Selain menjadi daya tarik wisata, festival budaya juga dinilai penting untuk menjaga identitas daerah di tengah derasnya perkembangan teknologi,” tuturnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas berharap Festival Budaya Abutta Banua dapat berkembang menjadi agenda budaya tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, Berau memiliki kekayaan sejarah yang unik melalui keberadaan Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur yang masih lestari hingga saat ini.
Ia menilai kekayaan budaya tersebut harus terus dipromosikan sebagai identitas daerah sekaligus memperkuat sektor pariwisata. “Festival budaya bukan sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga memperkenalkan sejarah, memperkuat persatuan masyarakat, dan menjadi penggerak ekonomi melalui tumbuhnya UMKM di kawasan wisata,” bebernya.
Pemerintah Kabupaten Berau berharap festival ini dapat terus berkembang sebagai kalender budaya tahunan yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat posisi Berau sebagai salah satu pusat wisata sejarah dan budaya di Kalimantan Timur. (Adv32/Riska)