src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pembagian ijazah paket pendidikan kesetaraan oleh Pemkab Kukar. (Sumber: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pada puncak peringatan HUT ke-81 RI di Kukar, Pemkab Kukar tidak hanya sekadar menggelar acara seremoni upacara kemerdekaan, tetapi juga merangkai acara pemberian ijazah bagi masyarakat yang mengikuti program lanjutan kejar paket kesetaraan.
Peserta program kesetaraan yang sudah lulus mencapai ratusan orang, yaitu Paket A sebanyak 15 orang, Paket B sebanyak 46 orang, dan yang terbanyak Paket C sebanyak 107 orang.
“Ada 168 orang yang menerima ijazah kelulusan pendidikan kesetaraan,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri, Senin, 17 Agustus 2026.
Program paket kesetaraan merupakan program kolaborasi antara tiga pihak, yaitu Pemkab, perusahaan Multi Harapan Utama (MHU), dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Puteri Karang Melenu. Program Pemkab untuk menuntaskan wajib belajar bagi masyarakat sudah berjalan dengan optimal.
“Program ini demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kukar semakin meningkat,” jelas Aulia.
Selain pembagian ijazah, dilakukan juga pembagian sertifikat tanah untuk SDN 005 dan SDN 019 Kecamatan Anggana. Program ini juga merupakan kolaborasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR), dan Disdikbud Kukar. Program tersebut, tambah Bupati Aulia, merupakan penguatan legalitas fasilitas publik seperti sekolah.”Legalitas aset sangat penting untuk mengajukan usulan revitalisasi sekolah,” tambah Aulia.
Jika sekolah sudah bersertifikat, akan lebih mudah untuk mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sertifikat lahan memberikan kepastian hukum atas aset fasilitas pendidikan. “Akan lebih mudah mendapat layanan pendidikan jika sekolah sudah punya sertifikat,” tegasnya. (Andri)