src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Hamas saat terima Bendera Petaka Partai dari Ketua Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Ketua DPD Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) Hasanuddin Mas’ud yang akrab disapa Hamas, mengungkapkan bahwa menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, ia sempat menerima laporan bahwa perolehan kursi Golkar di DPRD Kukar akan digerus oleh partai lain agar tersisa tiga kursi. Namun, ternyata hal tersebut tidak terbukti.
“Dulu saya terima laporan, Golkar Kukar paling banter tiga kursi saja di DPRD Kukar karena akan digerus partai lain. Namun, itu tidak terbukti. Golkar justru meraih sembilan kursi di DPRD,” ujar Hamas dalam pidato pertamanya usai terpilih kembali sebagai Ketua Golkar Kukar periode 2026-2031, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Hamas, perolehan kursi tersebut menunjukkan soliditas Golkar. Ia menyebut konsolidasi partai terus ditingkatkan hingga tingkat desa. Kukar, katanya, menjadi bagian dari masa kejayaan Golkar sejak dulu.
Ia menambahkan, tahun depan partainya memasuki tahun politik. Karena itu, seluruh kader diminta tidak terpecah menjadi kubu-kubu. “Tujuannya satu, memenangkan Partai Golkar,” katanya.
Pada Pileg 2029 mendatang, Hamas yang juga menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Kaltim itu menargetkan perolehan 12-15 kursi. Golkar rencananya juga akan mengusung kader internal untuk bertarung dalam Pilkada Kukar.
“Kami akan membentuk saksi TPS yang konsisten hingga tingkat desa dengan memaksimalkan Badan Saksi Nasional (BSN),” jelasnya.
Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud memastikan Partai Golkar merupakan partai terbuka dengan struktur jelas dan modern. Menurutnya, persiapan saksi di setiap TPS harus sudah diantisipasi sejak sekarang. “Yang terpenting, kader Golkar peka terhadap kebutuhan dan masalah rakyat. Warga membutuhkan Golkar, jangan sampai viral dulu baru turun tangan,” kata Rudy yang juga menjabat Gubernur Kaltim.
Rudy meyakini Kukar merupakan lumbung suara Golkar karena daerah itu memiliki banyak tokoh kharismatik, seperti Syaukani HR. Ia juga berpesan kepada pengurus DPD dan Pimpinan Tingkat Kecamatan (PTK) agar tidak menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengurusi konflik internal. “Ayo rancang strategi pemenangan Pemilu 2029, komunikasikan dengan kami di provinsi,” ujarnya. (Andri)