src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Parkirnya Ditutup, Taman Buah Tetap Dibuka

Parkirnya Ditutup, Taman Buah Tetap Dibuka

2 minutes reading
Wednesday, 22 Sep 2021 19:21 533 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Nurrahmani melakukan inspeksi mendadak ke lokasi taman buah yang berada di Taman Tepian Baru, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang, Rabu 22 September 2021.

Hal itu menyusul adanya isu yang beredar di masyarakat bahwa taman buah akan ditutup hari ini. Isu itu dipicu kejadian melubernya parkiran kendaraan bermotor pengunjung hingga ke badan jalan raya dan menyebabkan terjadinya kemacetan pada akhir pekan kemarin.

Sesampainya di taman buah, Nurrahmi meminta kepada petugas parkir yang ada di lokasi tersebut untuk menurunkan spanduk yang berisi informasi penutupan taman karena adanya pekerjaan pembenahan taman.

Nurrahmani meminta agar tidak ada parkir kendaraan di badan jalan menuju taman buah guna menghindari terjadinya kemacetan.

“Kita ingin memastikan bahwa parkir ditutup dan ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa taman tetap dibuka,” tegasnya saat diwawancarai awak media.

Dia tak menampik dibukanya taman akan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Samarinda. “Silakan berkunjung, namun untuk parkir bisa ke masjid Darunni’mah, jalan kaki lah sambil olahraga,” katanya.

Terkait pengelolaan parkir di taman buah, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menggodok pengelolaannya agar mendatangkan pendapatan daerah.

“Nanti diharapkan parkir ini progresif. Mungkin alatnya dicarikan, supaya betul-betul dapat meningkatkan PAD sekaligus mengajarkan tata tertib masyarakat bahwa parkir ini harus dipergunakan dengan baik. Jadi, bukan dimanfaatkan seenaknya,” terangnya.

Dia membantah kabar bahwa pembukaan taman buah tersebut tidak melalui koordinasi dengan pihak terkait, seperti Dishub Samarinda.

“Tidak benar itu. Kami jauh hari sebelum dibuka, sudah berkoordinasi dengan Dishub, juga Pemkot Samarinda. Terjadinya macet itu karena adanya kendaraan yang parkir di badan jalan. Selain itu, akses masuk parkir kendaraan hanya satu, sementara pengunjung banyak yang datang,” kilahnya.

Mengenai pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana penunjang kebersihan dan tempat duduk bagi pengunjung, pihaknya telah berkomunikasi dengan instansi terkait, termasuk perusahaan-perusahaan untuk dapat berpartisipasi melalui CSR.

“Sepertinya banyak yang ingin memberikan CSR. Kalau konsep kami kan, misalnya seperti tong sampah, mungkin ke depan kita buat dari fiber atau ban supaya lebih asri, disesuaikan dengan bentuk buah yang ada di sini,” bebernya.

“Papan pengumuman juga tidak berbentuk kotak saja, tapi bentuknya ukiran yang seirama dengan taman. Kita inginkan, orang yang masuk taman ini nantinya merasakan suasana yang berbeda,” sambungnya.

Pihaknya juga akan membuat pengaman dari sisi tepi sungai. Ini untuk menghindari pengunjung dari serangan buaya yang kerap muncul di tepi sungai.

“Tidak mungkin dimusnahkan, itu binatang dilindungi sehingga kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan ini,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x