Beranda BUMI ETAM Aspal Jembatan Mahkota II “Bopeng”, Pengendara Mengeluh

Aspal Jembatan Mahkota II “Bopeng”, Pengendara Mengeluh

Aspal Jembatan Mahkota II Bopeng, Pengendara Mengeluh - headlinekaltim.co
Pengendara roda dua melintas di dekat permukaan jembatan yang berlubang. (foto: Ningsih: headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pengendara yang melintas di Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengeluhkan kondisi permukaan aspal di jembatan tersebut.

Beberapa bagian jalan terlihat “bopeng”. Lubang bertebaran sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengguna roda dua.

Jembatan ini adalah salah satu akses vital bagi masyarakat karena merupakan penghubung daerah Sungai Kapih Kecamatan Sambutan, Kecamatan Samarinda dengan Kecamatan Palaran.

Advertisement

Pantauan Headlinekaltim.co di lapangan, Minggu 23 Agustus 2020, terdapat sekitar 7 titik berlubang. Sebagian permukaan aspal mulai mengelupas. Tak hanya itu saja, barrier di median jalan pun sudah banyak yang rusak akibat “dihajar” kendaraan yang melintas.

Warga merasa terganggu dan mengeluhkan kondisi jalan Jembatan Mahkota II. “Yang bahaya itu kalau pas kita lewat situ, terus kendaraan kita berada di belakang mobil, jadinya tidak terlihat lubangnya. Yang bahaya lagi, kalau kita tidak menguasai medan, bisa celaka kalau tidak hati-hati,” ucap Slamet (37), warga Jalan Simpang Pasir, Palaran.


Dia menduga, banyaknya mobil – mobil truk angkutan berat yang melintas di atas jembatan Mahkota II memperparah kondisi jalan. Tak jarang membahayakan pengendara roda dua karena sopir truk acap kali tak sabar menggeber laju kendaraannya.

“Kalau yang lewat cuma kendaraan kecil saja, mungkin tidak rusak. Tapi karena banyak yang lewat mobil muatan besar-besar, apalagi setelah palang jembatan dibuka, pasti ada pengaruhnya ke kondisi jalan. Makanya rusak, lubang di mana-mana,” katanya lagi.

Oen (39), warga Hadil Bakti berharap agar dinas terkait membuka mata dan peduli dengan kondisi jalan di Jembatan Mahkota II.

“Semoga bisa menjadi perhatian dinas terkait lah. Jangan sampai jatuh korban, soalnya ini kan jalur vital bagi masyakarat,” harapnya.

Penulis : Ningsih

Komentar