Beranda Samarinda Pokdarwis se-Kaltim Bahas Pengembangan Pariwisata di Era New Normal

Pokdarwis se-Kaltim Bahas Pengembangan Pariwisata di Era New Normal

Kepala Bidang Usaha Jasa Dinas Pariwisata Kaltim Asrani Rasyidi
Kepala Bidang Usaha Jasa Dinas Pariwisata Kaltim Asrani Rasyidi. (FOTO Ningsihheadlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hari kedua pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kaltim membahas tentang peran Pokdarwis dalam mengembangkan pariwisata di era New Normal, Senin 31 Agustus 2020.

Acara yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kaltim ini diikuti peserta dari 10 kabupaten/kota di Hotel Grand Sawit Jalan Basuki Rahmat, Kota Samarinda.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni melalui Kepala Bidang Usaha Jasa Dinas Pariwisata Kaltim Asrani Rasyidi mengatakan rakor tidak hanya sekedar pertemuan formal.

Advertisement

Namun, peserta mengkaji dan merumuskan apa yang akan dilakukan ketika kembali ke daerah masing-masing, khususnya menggeliatkan kembali pariwisata di era New Normal.

“Kita menekankan kembali pemahaman New Normal, apa yang harus dipersiapkan Pokdarwis pada saat sekarang. Jadi bukan sekedar pertemuan saja,” ucapnya.

Sesuai agenda hari ini, diskusi dibagi menjadi 5 kelompok, dengan topik yang berbeda.

Menurutnya, rakor ini tidak bersifat dialog satu arah seperti pembekalan dan tanya jawab. Namun, ada partisipasi aktif Pokdarwis yang mengangkat masalah riil yang dihadapi di lapangan.

Selanjutnya, dari hasil diskusi akan disampaikan dan ditanggapi kelompok yang lain. Kemudian, dirumuskan menjadi satu rekomendasi kepada Dinas Pariwisata Kaltim sebagai pembina.

“Kita akan pelajari apakah nanti rekomendasi tersebut akan menjadi ranahnya pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota atau ranahnya OPD terkait lainnya,” lanjutnya.

Selain menggelar rakor, Dinas Pariwisata Kaltim juga mengagendakan pembentukan Forum Pokdarwis Kaltim.

Baca Juga  KPU Samarinda Tolak Keinginan Parawansa-Markus Hentikan Proses Verifikasi Faktual

“Kita berharap dengan adanya forum akan lebih mudah membangun komunikasinya antarpeserta. Tidak hanya saling menggali informasi tetapi juga menjadi tantangan meng-up date persoalan terkini dari Pokdarwis,” ucap Asrani.

Ditambahkan Asrani, desa wisata itu tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Semua perlu pengelolaan, komitmen dan kesadaran.

“Kita beri dorongan moril karena desa wisata basisnya adalah pemberdayaan dari masyarakat. Karena mereka sebagai owner, harus punya daya juang yang lebih besar bagaimana mengelola apa yang dia miliki,” katanya lagi.

Terkait harapan bantuan dana yang disampaikan peserta Pokdarwis, Dinas Pariwisata Kaltim masih ingin melihat kerja dan pemetaan dari peserta Pokdarwis terkait potensi yang dimiliki.

“Bukan sekedar bantuan dana, tapi kami mau lihat dulu kerja dan pemetaan potensi mereka dulu,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement