src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sidak Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kukar ke pasar semi modern TAS.(Sumber : Andri/Headlinekaltim) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Saat melakukan sidak dugaan Pungli di pasar semi modern Tangga Arung Square (TAS), Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani memerintahkan untuk membuka palang parkir pintu masuk keluar pasar.
“Kita ini prihatin, TAS yang dibangun ratusan miliar, tapi sepi pembeli dan penjual,” ucap Yani, Kamis 30 April 2026.
Yani mendapatkan informasi soal adanya pungli retribusi sewa petak pasar. Dia bersama Wakil Ketua Aini Farida berbicara langsung dengan pedagang. “Ada dugaan pungli sewa petak, dari Rp 600 ,- menjadi Rp 2.000,- per perkan, ini jelas sangat memberatkan pedagang untuk berjualan di TAS. Kasihan sudah pedagang sepi pembeli, tapi sewanya mahal,” tegasnya.
Penyebab lain sepinya pengunjung, kata dia, karena pintu masuk memakai sistem parkir digital. Beberapa sisi ditutup sehingga calon pembeli malas datang ke TAS dengan alasan sistem parkir terkesan ribet.
“Makanya untuk sementara parkir digratiskan, dan palang parkir dibuka saja. Siapa tahu, setelah dibuka, ada berkah tersendiri, semakin ramai pengunjung,” jelasnya.
Selain itu, parkir bisa dipusatkan di halaman parkir TAS. Demi menghidupkan TAS, dirinya akan meminta pihak sekretariat DPRD untuk menggelar rapat tertentu di kawasan ini. “Kita ingin perputaran ekonomi di TAS semakin bergeliat,” harapnya.
Plt Kadisperindakop Kukar Sayid Fathullah membantah adanya pungli atau kenaikan retribusi sewa petak di TAS. Biaya sewa masih sama Rp 600,- per perkan dikalikan luas petak dan jumlah hari.
“Para pedagang TAS hanya salah membaca Perda, itu Rp 2.000, dikolektifkan biaya sewa yang ada di pasar-pasar milik pemerintah,” jelasnya.(Andri)