src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Upaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau. Salah satunya dengan mendorong para perajin lokal untuk memiliki kartu nama dan brosur produk guna memperkenalkan karya mereka kepada lebih banyak konsumen dan calon mitra usaha.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai masih banyak produk kerajinan unggulan daerah yang memiliki kualitas baik, namun belum didukung promosi yang memadai. Padahal, informasi mengenai produk, perajin, hingga kontak yang dapat dihubungi menjadi faktor penting dalam memperluas jaringan pemasaran.
Menurutnya, kartu nama dan brosur tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana promosi yang dapat memperkenalkan produk kerajinan Berau kepada calon pembeli, wisatawan, maupun tamu yang berkunjung ke daerah.
“Ketika ada pameran atau kunjungan tamu, produk kita harus mudah dikenali. Dengan adanya kartu nama dan brosur, calon pembeli bisa mengetahui siapa pembuatnya, jenis produknya, dan bagaimana cara mendapatkannya,” ujarnya.
Selain memperkuat aspek promosi, Sri Juniarsih juga mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menghasilkan produk. Ia berharap kerajinan, kriya, maupun wastra khas Berau tidak hanya unggul dari segi kualitas, tetapi juga memiliki kemasan yang menarik dan mengikuti perkembangan pasar.
Kata dia, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Berau, terutama di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi berbasis budaya.
“Produk lokal harus terus berinovasi agar mampu bersaing. Kemasan, desain, dan kualitas harus terus ditingkatkan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” katanya.
Dirinya mengajak masyarakat untuk turut mengambil peran dalam mendukung perkembangan industri kreatif daerah dengan menggunakan dan mempromosikan produk-produk lokal. Salah satunya dengan membiasakan mengenakan batik khas Berau dalam berbagai kesempatan serta menjadikan kerajinan daerah sebagai buah tangan bagi tamu yang datang.
Ia meyakini dukungan masyarakat akan memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha para perajin sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. “Kalau bukan kita yang bangga dan menggunakan produk Berau, siapa lagi. Mari jadikan batik, wastra, dan kerajinan lokal sebagai kebanggaan bersama sekaligus oleh-oleh khas yang selalu dicari ketika berkunjung ke Berau,” pungkasnya. (Adv9/Riska)