src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Hasil Operasi Antik Mahakam 2026, Tenggarong dan Kota Bangun Dominasi Kasus Narkoba

Hasil Operasi Antik Mahakam 2026, Tenggarong dan Kota Bangun Dominasi Kasus Narkoba

waktu baca 3 menit
Jumat, 31 Jul 2026 18:23 30 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG — Di balik angka 29 kasus narkoba yang berhasil dibongkar Polres Kutai Kartanegara selama Operasi Antik Mahakam 2026, tersimpan cerita panjang tentang peta persebaran, kendala penyidikan, hingga fakta pahit mengenai siapa saja yang menjadi konsumen barang haram tersebut.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kukar, AKP Aulia Hadi Rahman, membeberkan sejumlah temuan penting hasil operasi yang digelar selama 20 hari, terhitung sejak 10 hingga 30 Juli 2026. Dari puluhan kasus yang terungkap, dua kecamatan tercatat paling banyak menyumbang angka kasus. “Rata-rata dari Tenggarong dan Kota Bangun,” sebut Kasatres Narkoba Polres Kukar, AKP Aulia Hadi Rahman, Jumat 31 Juli 2026.

Meski puluhan tersangka berhasil diringkus, bukan berarti tugas polisi berjalan mulus. Aulia mengakui bahwa proses membongkar jaringan narkotika hingga ke level yang lebih tinggi bukan perkara mudah. Pola yang selama ini terjadi, begitu seorang pengedar tertangkap, ia justru berusaha melindungi jaringan yang berada di atasnya, membuat aliran informasi terputus di tengah jalan.

Minimnya keterangan yang bisa digali dari para tersangka pun menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik yang ingin mengembangkan kasus lebih jauh, hingga menyentuh bandar-bandar besar yang menjadi otak dari peredaran narkotika di wilayah Kukar.

Yang lebih mengejutkan, penelusuran petugas menemukan bahwa sebagian barang bukti narkotika yang beredar di Kukar ternyata berasal dari luar negeri. “Bahkan ada barang narkotika dari Malaysia,” sebut AKP Aulia.

Temuan ini menegaskan bahwa jaringan peredaran narkoba yang menyasar wilayah Kukar bukan sekadar jaringan lokal, melainkan sudah terhubung dengan jalur distribusi lintas negara.  Maraknya modus baru yang memanfaatkan aplikasi Google Maps sebagai sarana transaksi narkotika turut menjadi perhatian serius Satresnarkoba. Para pelaku diketahui menyimpan barang di suatu titik lokasi, kemudian mengirimkan koordinat GPS kepada pembeli tanpa perlu bertemu langsung, sebuah metode yang membuat transaksi semakin sulit terdeteksi secara konvensional.

Namun demikian, aparat tidak tinggal diam. Kepolisian turut mengoptimalkan perangkat dan teknologi yang dimiliki guna melacak dan mengungkap modus digital tersebut, sehingga pelaku yang mengandalkan sistem tempel atau ranjau ini tetap bisa dilumpuhkan.

Dari sisi demografi tersangka, hasil operasi mengungkap bahwa mayoritas pelaku berada di rentang usia 20-an tahun. Lebih spesifik, kelompok usia 21 hingga 30 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terjaring dalam operasi ini, menunjukkan bahwa generasi muda usia produktif masih menjadi sasaran empuk sekaligus pelaku dalam rantai peredaran narkotika di Kukar.

Terungkapnya modus transaksi narkotika di salah satu tempat hiburan keluarga di Tenggarong turut mendapat sorotan. Menyikapi temuan tersebut, Satresnarkoba Polres Kukar menyatakan akan meningkatkan intensitas pengawasan, termasuk dengan menggelar razia malam secara berkala di lokasi-lokasi hiburan yang berpotensi disalahgunakan sebagai tempat transaksi.

Pengawasan tidak akan berhenti hanya di tempat hiburan besar saja. Kafe-kafe yang ada di wilayah Kukar juga akan turut dipantau, terutama apabila muncul laporan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lokasi tersebut. “Bisa juga pengawasan menyasar ke kafe-kafe, apabila terdapat informasi dari masyarakat, terkait dugaan penyalahgunaan ataupun peredaran narkotika,” jelasnya.

Menariknya, razia di tempat hiburan keluarga yang belakangan terungkap sebagai lokasi transaksi itu, sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Pihak kepolisian mengaku sudah melakukan penyisiran sebanyak tiga kali sebelumnya. Namun, hasilnya nihil. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan karyawan maupun kelompok lain di tempat tersebut. “Pengungkapan terakhir, memang pelakunya yang datang ke lokasi tempat hiburan keluarga tersebut,” ungkapnya. (Andri)

LAINNYA
x