src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> HUT Berau ke-73, DPRD Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Daerah

HUT Berau ke-73, DPRD Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Daerah

waktu baca 3 menit
Senin, 14 Sep 2026 20:28 17 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau menggelar Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-216 pada Senin, 14 September 2026. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi berbagai tantangan.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto. Ia menilai perubahan dan dinamika yang terjadi saat ini menuntut pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, akademisi, maupun media massa untuk memperkuat kerja bersama.

Menurutnya, kondisi Berau yang tengah menghadapi dampak kekeringan panjang dan kabut asap akibat fenomena El Nino menjadi salah satu ujian nyata terhadap kepedulian dan ketahanan seluruh elemen daerah. “Ini adalah ujian nyata bagi kesiapan, kepedulian, dan daya tahan kita semua,” ujarnya.

Untuk itu, Dedy mendorong momentum Hari Jadi Berau dijadikan titik balik untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Penanganan persoalan seperti karhutla, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah diminta tetap berada di garis depan dengan mengoptimalkan satuan tugas penanggulangan bencana, mempercepat penanganan titik api, memperkuat pelayanan kesehatan, serta memastikan ketersediaan air bersih dan pangan bagi masyarakat terdampak.

Di sisi lain, Dedy juga mengajak masyarakat mengambil bagian dalam upaya pencegahan. Ia mengingatkan agar pembukaan lahan dengan cara membakar dihentikan, penggunaan air bersih dilakukan secara bijak, serta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak bersama melalui komitmen kemitraan, baik pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, maupun media,” tegasnya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya kontribusi dunia usaha dalam menghadapi kondisi darurat. Perusahaan di Berau diharapkan dapat mengerahkan armada pemadam kebakaran serta menyalurkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Sementara kalangan akademisi dan pakar didorong memberikan kontribusi melalui riset dan teknologi yang dapat mendukung mitigasi kekeringan maupun penanganan dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Selain persoalan bencana, Dedy mengingatkan bahwa pembangunan Berau juga menghadapi tantangan dari sisi fiskal. Efisiensi anggaran menjadi kebutuhan, namun menurutnya hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Efisiensi bukanlah alasan untuk berhenti melangkah. Efisiensi justru menjadi cambuk bagi kita untuk bekerja secara lebih cerdas, lebih tajam, dan lebih berdampak,” katanya.

Ia meminta evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah dilakukan secara berkelanjutan agar program pembangunan tetap selaras dengan target RPJMD. Terutama pada sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam momentum Hari Jadi Berau ke-73 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-216, Dedy juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan kebersamaan. Ia turut menegaskan pentingnya peran Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur sebagai bagian penting dari sejarah Berau sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga kebersamaan, kedamaian, dan persatuan masyarakat.

“Semoga Bumi Batiwakkal semakin maju, mandiri, sejahtera dan bermartabat serta senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x