src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Investor Disambut, UMKM Didorong Jadi Mitra Strategis di Berau

Investor Disambut, UMKM Didorong Jadi Mitra Strategis di Berau

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Jun 2026 19:14 19 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Penurunan sektor pertambangan menjadi alarm bagi Kabupaten Berau untuk mencari mesin penggerak ekonomi baru. Menjawab tantangan itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendorong investasi yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga membuka ruang kemitraan bagi UMKM lokal.

Menurutnya, Kabupaten Berau saat ini membutuhkan lebih banyak sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. Hal itu sejalan dengan menurunnya kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Berau dalam beberapa tahun terakhir.

“Karena kondisi kita hari ini dengan adanya penurunan sektor PDRB dari sektor pertambangan yang terus meluruh, tentu kita harus mencari sumber-sumber alternatif. Salah satunya adalah melalui penguatan UMKM dan investasi,” ujarnya.

Gamalis menilai regulasi yang mengatur kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas kesempatan usaha bagi pelaku ekonomi lokal. Ia juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau yang berhasil mencatatkan realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar 194,71 persen pada tahun 2025 dari target yang ditetapkan.

“Kita jangan hanya melihat nilai atau angkanya, tetapi capaian persentasenya yang hampir mencapai 200 persen tentu sangat patut diapresiasi,” katanya.

Di sisi lain, Gamalis memastikan Pemerintah Kabupaten Berau akan menyambut setiap investor yang ingin menanamkan modal di Bumi Batiwakkal. “Investor hari ini kita berikan dan bukakan pintu seluas-luasnya. Kami akan sambut dengan baik. Mudah-mudahan regulasinya juga tidak terlalu memberatkan bagi investor,” tegasnya.

Meski demikian, ia berharap setiap investasi yang masuk dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pola kemitraan dengan pelaku UMKM lokal. Menurutnya, perusahaan besar sebenarnya telah memiliki berbagai program pembinaan terhadap UMKM, namun kini diperkuat dengan adanya dasar hukum yang lebih jelas.

“Sebenarnya pola pembinaan itu sudah ada. Sekarang kita tingkatkan lagi menjadi kemitraan yang lebih kuat dan lebih aktif,” ungkapnya.

Kata dia, Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pengawasan terhadap implementasi kemitraan tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku UMKM di Kabupaten Berau.

“Penyaluran dan pengawasannya tetap berjalan. Kita ingin kemitraan ini benar-benar menjadi penguatan ekonomi daerah, terutama bagi UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Adv17/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x