src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Penjurian Pekan Inovasi Daerah Kukar 2025 Rampung, Pemenang Tinggal Tunggu SK Bupati

Penjurian Pekan Inovasi Daerah Kukar 2025 Rampung, Pemenang Tinggal Tunggu SK Bupati

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 19:26 18 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Proses penilaian langsung yang dilakukan tim juri terhadap peserta Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025 telah rampung dilaksanakan. Kini, publik tinggal menanti pengumuman resmi para pemenang yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kukar.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar, Bahari Joko Susilo, menyampaikan bahwa seluruh tahapan penilaian sudah tuntas dan kini hanya menunggu proses administratif penerbitan SK. “Kita tinggal menunggu SK Pemenang nominasi saja,” sebut Bahari Joko Susilo, Kamis 6 Agustus 2026.

Di tengah proses penetapan pemenang tahun 2025, BRIDA Kukar juga telah mulai bersiap menyongsong penyelenggaraan Pekan Inovasi Daerah tahun 2026. Saat ini, portal pendaftaran bagi calon peserta sudah resmi dibuka dan tahap verifikasi serta validasi proposal inovasi mulai dilakukan terhadap para pendaftar.

Menurut Bahari Joko, antusiasme dari berbagai instansi pemerintahan di lingkup Kukar terpantau cukup tinggi sejak portal pendaftaran dibuka. “Dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah banyak yang ikut pekan Inovasi 2026,” sebutnya.

Ia merinci, peserta yang berhak mengikuti ajang tersebut tidak hanya terbatas pada OPD, melainkan juga mencakup Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas, hingga kelompok masyarakat pemuda dan perempuan. Setelah tahap validasi dan verifikasi proposal selesai dilakukan, proses akan berlanjut ke tahapan berikutnya dalam rangkaian seleksi.

“Yang didaftarkan dan diusulkan sebagai inovasi, ada program wajib dan pilihan, yang terpenting tingkat kematangan program yang akan diusulkan,” terangnya.

Bahari Joko menegaskan, penilaian terhadap inovasi daerah dalam ajang ini memiliki peran strategis, sebab menjadi tolok ukur sejauh mana suatu daerah mampu menghadirkan konsep-konsep baru dalam pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat.

Selain menjadi ajang kompetisi internal daerah, program-program inovasi yang diusulkan turut menjadi bahan penilaian dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Untuk tahun ini, Pemkab Kukar menargetkan dapat mengusulkan sebanyak 21 hingga 50 program inovasi, dengan capaian skor di atas angka 65 agar dapat dikategorikan sebagai daerah terinovasi. “Target kami, Kukar menjadi daerah terinovasi di Kalimantan,” terangnya.

Lebih lanjut, Bahari Joko menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba inovasi dan kreativitas daerah ini merupakan salah satu bentuk konkret dukungan terhadap program unggulan Kukar Idaman (Inovasi Daya Saing Mandiri) yang digagas oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama Wakil Bupati, Rendi Solihin.

Menurutnya, semangat mengikuti ajang inovasi ini turut dirasakan di internal berbagai OPD, yang menganggap keikutsertaan dalam lomba sebagai bagian penting dari kinerja institusi masing-masing.

“Di Internal OPD sangat senang mengikuti program, dan harus mendampingi lomba inovasi. Jika bidang-bidang OPD semangat mengikuti lomba Inovasi, maka penilaian kinerja cukup tinggi,” jelasnya.(Andri)

LAINNYA
x