src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gamalis: Baturunan Parau Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Berau

Gamalis: Baturunan Parau Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Berau

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 22:56 22 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebuah perahu diturunkan dalam prosesi Baturunan Parau di depan Monumen Baturunan pada Sabtu, 19 September 2026. Namun, tradisi yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Berau itu tidak sekadar tentang sebuah perahu yang kembali menyentuh air.

Di balik prosesi tersebut, tersimpan nilai kebersamaan yang terus dipelihara masyarakat dari generasi ke generasi. Baturunan Parau menjadi ruang bertemunya masyarakat, mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Nilai itulah yang menjadi perhatian Wakil Bupati Berau Gamalis saat menghadiri prosesi Baturunan Parau dalam rangkaian Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb. “Saya mengapresiasi masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Gunung Tabur yang terus mempertahankan tradisi tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, konsistensi dalam menjaga tradisi merupakan bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya daerah. Ia menilai Baturunan Parau memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar ritual budaya. Tradisi tersebut mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan dan menjadi sarana untuk menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis.

“Tradisi seperti Baturunan Parau bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gamalis mengajak masyarakat untuk tidak hanya mempertahankan bentuk prosesi Baturunan Parau, tetapi juga menjaga nilai yang terkandung di dalamnya. Semangat saling membantu dan menjaga kerukunan dinilai semakin penting di tengah keberagaman masyarakat Berau.

Menurutnya, kekayaan budaya daerah akan memiliki makna apabila tetap hidup di tengah masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga komunitas adat, generasi muda dan masyarakat secara luas.

Tradisi yang terus dipertahankan juga membuka peluang bagi Berau untuk mengembangkan wisata berbasis budaya. Baturunan Parau dapat menjadi salah satu atraksi budaya yang memperkenalkan sejarah, tradisi dan kehidupan masyarakat lokal kepada wisatawan.

“Budaya yang kita miliki harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Di saat yang sama, kekayaan budaya ini juga dapat menjadi daya tarik wisata yang autentik bagi Berau,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x