src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi Parade Budaya Nusantara di IKN. Foto: ist/RRI IKN.HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Semarak keberagaman budaya akan mewarnai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada akhir Mei 2025. Sebanyak 33 komunitas budaya dan lembaga adat dari berbagai daerah di Indonesia akan tampil dalam Parade Budaya Nusantara, salah satu agenda utama Festival Budaya Nusantara atau Nusantara Cultural Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2025.
Festival ini menjadi ajang pertemuan akbar para pelaku budaya dari Sabang hingga Merauke, yang akan memperlihatkan kekayaan tradisi dan identitas lokal dalam satu panggung besar di jantung ibu kota baru Indonesia.
Direktur Budaya dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Muchsin Palinrungi, menjelaskan bahwa parade ini tidak sekadar pertunjukan budaya, melainkan sebuah pernyataan kebangsaan.
“Parade ini menjadi simbol semangat kolaborasi lintas budaya,” ujar Muchsin kepada RRI IKN, Selasa (27/5/2025).
Menurut Muchsin, sebanyak 33 peserta terdiri dari komunitas adat, paguyuban budaya, serta enam Balai Pelestarian Kebudayaan dari berbagai provinsi akan ikut serta dalam parade. Wilayah yang berpartisipasi antara lain Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Mereka akan menampilkan kekayaan tradisi masing-masing, mulai dari busana adat, tarian daerah, musik etnik, hingga pertunjukan teatrikal budaya.
“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN berjalan tidak hanya dari sisi fisik, tapi juga secara kultural dan sosial,” tegas Muchsin.
Festival Budaya Nusantara digelar dengan semangat membangun IKN sebagai pusat peradaban baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan dan kolaborasi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi bagi para pelaku seni, pelestari budaya, dan pelaku ekonomi kreatif dari seluruh penjuru Nusantara. Panitia menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk shuttle bus khusus yang akan mengantar pengunjung ke lokasi kegiatan di kawasan IKN.
Antusiasme masyarakat pun kian tinggi, terlebih dengan rangkaian acara yang dikemas menarik dan edukatif.
Festival ini akan dibuka secara resmi pada malam 30 Mei, dengan kehadiran Kepala OIKN dan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Acara pembukaan akan diramaikan dengan musik dan tari tradisional, serta penyerahan penghargaan kepada peserta parade terbaik.
Kategori penghargaan meliputi Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, dan Harapan 2.
Pada 31 Mei, agenda festival akan berlanjut dengan talk show kebudayaan yang menghadirkan budayawan nasional dan tokoh adat. Di hari yang sama, pengunjung juga dapat menikmati pameran ekonomi kreatif yang menampilkan produk unggulan dari pelaku UMKM terkurasi—mulai dari kriya, kuliner, fashion, hingga seni visual.
Hari terakhir, 1 Juni, akan diisi dengan kegiatan Nusantara Sehat, yaitu olahraga bersama dalam bentuk senam sehat yang akan melibatkan warga dan pekerja di kawasan IKN.
Masih di hari yang sama, akan digelar talk show perfilman yang menghadirkan Kristo Putra Aris, Direktur Produksi PT Produksi Film Negara, dan sutradara ternama Awi Suryadi, yang dikenal lewat film laris KKN di Desa Penari dan Pabrik Gula.
Malam puncak Festival Budaya Nusantara akan ditandai dengan pengumuman pemenang Festival Film Pendek Nusantara, mencakup kategori film fiksi, dokumenter, dan favorit pilihan penonton.
Yang menarik, beberapa film dokumenter peserta festival mengambil lokasi syuting di kawasan IKN. Hal ini menjadi bagian dari strategi memperkenalkan wajah baru ibu kota negara ke seluruh Indonesia dan dunia.
“Festival ini bukan hanya selebrasi budaya, tapi juga media untuk memperkuat citra IKN sebagai kota masa depan yang inklusif dan penuh warna,” ucap Muchsin.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer