src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) saat meninjau kemajuan pembangunan pembangunan di IKN pada akhir Mei 2025 (Antara Kaltim /Agus Suprapto)HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus menunjukkan geliat positif. Hingga awal Juni 2025, Otorita IKN telah mengantongi minat dari 42 perusahaan nasional dan internasional yang siap menanamkan modal di jantung pemerintahan masa depan Indonesia, yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Minat tinggi dari dunia usaha ini tidak lepas dari komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan perizinan investasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat meninjau perkembangan infrastruktur di Sepaku, Penajam Paser Utara.
“Berbagai kemudahan ditawarkan pemerintah untuk investasi di IKN,” ujar Basuki.
“Dengan kemudahan ini, kami optimistis pembangunan IKN dapat berjalan sesuai jadwal.”
Menurut Basuki, perusahaan yang menyampaikan minat berinvestasi bergerak di sektor-sektor kunci seperti properti, energi hijau, transportasi, teknologi, dan pendidikan. Kehadiran mereka tidak hanya akan mempercepat pembangunan fisik kota, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Dalam pandangannya, pembangunan IKN bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan juga ajang membangun kepercayaan antara negara dan sektor swasta.
“Kami ingin menjadikan IKN sebagai contoh tata kelola investasi yang progresif, transparan, dan efisien,” kata Basuki.
Salah satu terobosan terbesar Otorita IKN adalah implementasi layanan satu pintu berbasis digital melalui sistem Online Single Submission (OSS). Seluruh proses perizinan investasi dilakukan secara elektronik, tanpa harus melewati prosedur birokrasi yang rumit dan panjang.
“Percepatan proses perizinan hanya dalam waktu satu pekan adalah bentuk nyata reformasi birokrasi,” terang Basuki.
Menurut dia, kemudahan perizinan bahkan jauh lebih menarik bagi investor dibandingkan insentif fiskal semata. Kecepatan dan kejelasan proses dianggap sebagai kunci kepercayaan.
Kebijakan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari kalangan dunia usaha. Salah satunya datang dari Direktur Utama PT Maxi Nusantara Raya, Soeny Yoewono, yang mengungkapkan kesan baik terhadap layanan Otorita IKN.
“Kami terkesan dengan kecepatan layanan Otorita IKN, kemudahan investasi terasa sekali,” ucap Soeny.
“Kami tinggal menunggu penandatanganan kerja sama. Semua proses perizinan sudah ditangani oleh Otorita.”
Dengan kehadiran layanan ini, investor hanya perlu menyiapkan dokumen, menyerahkan proposal, dan menunggu proses finalisasi kerja sama tanpa perlu hadir berulang kali di kantor pemerintahan.
IKN tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan semata, tetapi juga sebagai episentrum ekonomi baru yang menjanjikan pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan yang berinvestasi di sini diyakini akan mendapatkan manfaat jangka panjang karena IKN diarahkan sebagai kota hijau, cerdas, dan ramah teknologi.
Sektor energi baru dan terbarukan, transportasi cerdas, hingga kawasan pendidikan berbasis digital menjadi fokus investasi pemerintah, menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha yang ingin menjadi bagian dari sejarah pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Meski banyak peluang terbuka, pemerintah menyadari bahwa pembangunan IKN juga menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur penunjang awal, isu sosial-lingkungan, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang siap pakai.
Namun, dengan adanya minat besar dari investor dan sistem perizinan yang efisien, Otorita IKN yakin dapat melewati semua rintangan tersebut. Investasi yang masuk juga diharapkan mampu mempercepat penyelesaian infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, jaringan listrik, serta konektivitas digital.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya