src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kualitas Kakao Berau Diakui Dunia, 11,5 Ton Diekspor ke Prancis dan Swiss

Kualitas Kakao Berau Diakui Dunia, 11,5 Ton Diekspor ke Prancis dan Swiss

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Sep 2026 15:50 15 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kualitas hasil perkebunan kakao di Kabupaten Berau semakin menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Komoditas ini tidak hanya mampu menghasilkan produktivitas yang membanggakan, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari pasar dunia karena karakter cita rasanya yang khas.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, sepanjang 2023 hingga 2025, Berau telah mengekspor sebanyak 23 ton biji kakao ke sejumlah negara, yakni Amerika Serikat, Belanda, dan Prancis. Sementara pada 2026, ekspor kembali dilakukan dengan volume mencapai 11,5 ton biji kakao yang dikirim ke Prancis dan Swiss. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya minat pasar internasional terhadap kualitas kakao yang dihasilkan petani Berau. “Ini menunjukkan minat luar biasa dari pasar dunia terhadap kualitas kakao Berau sebagai salah satu kakao terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan kakao Berau terletak pada karakter cita rasanya yang khas. Biji kakao Berau disebut memiliki keseimbangan rasa antara pahit dan asam segar, yang menjadi salah satu daya tarik bagi pasar dan produsen cokelat. Keunggulan tersebut juga telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Kakao Berau sebelumnya dinilai sebagai biji kakao terbaik dalam ajang SIAL Interfood. Tak berhenti di pasar nasional, kualitas kakao Berau juga telah menarik perhatian produsen cokelat ternama asal Prancis, Valrhona.

Kata dia, capaian ekspor tersebut menjadi gambaran bahwa komoditas perkebunan daerah memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai produk pertanian, tetapi juga sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar global. “Potensi ini tentu harus terus kita kembangkan, sehingga kakao Berau tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga semakin kuat di pasar internasional,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan komoditas kakao perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produksi. Dengan demikian, permintaan dari pasar luar negeri dapat terus dijaga dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan petani. “Capaian ekspor kakao tersebut sekaligus memperlihatkan peluang Berau untuk memperluas pasar komoditas perkebunan unggulannya,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x