src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
RDP bahas persiapan Kontingen Kukar menghasapi Porprov Kaltim.(Sumber : Andri/Headline)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser tinggal menghitung hari. Sekira kurang dari dua bulan lagi. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan fasilitasi bagi atlet yang akan berangkat mengikuti ajang tersebut sudah aman.
“Pada prinsipnya sudah aman, akan difasilitasi oleh Pemkab,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kukar Andi Faisal, yang memimpin rapat dengar pendapat (RDP) membahas persiapan Porprov Kaltim, Senin 21 September 2026 siang.
Andi merinci, fasilitasi yang akan diterima atlet meliputi kelengkapan kaus, peralatan penunjang olahraga, transportasi, penginapan, hingga uang saku. Ia berharap para atlet yang berangkat dapat tampil dengan semangat penuh dalam ajang yang akan digelar November mendatang. “Pesan para atlet agar uang sakunya H-3 pelaksanaan sudah diterima,” ujar Andi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni mengatakan, sebanyak 64 cabang olahraga akan diikuti kontingen Kukar, dengan didampingi ofisial dan pelatih dari masing-masing cabang. Ia membenarkan pernyataan Andi Faisal bahwa fasilitasi atlet sudah dalam kondisi aman. “Akan kita koordinasikan lagi ke Sekda Kukar,” katanya.
Aji Ali menyebut, pemangkasan anggaran akibat defisit fiskal turut berdampak pada sejumlah daerah, tidak terkecuali Kukar. Meski begitu, uang saku yang menjadi hak atlet sebelum berangkat ke Porprov akan tetap diberikan dengan besaran dikalikan jumlah hari pertandingan sesuai standar yang berlaku.
Saat disinggung soal besaran anggaran yang disiapkan untuk memfasilitasi atlet ke Porprov, Aji Ali mengaku belum mengetahui angka pastinya lantaran masih bersifat umum dan beriringan dengan agenda olahraga lain, seperti Porprov Korpri Kaltim. “Pastikan nama atlet dan nomor rekening sudah betul karena nanti pemberian uang saku melalui transfer. Yang terpenting tertib administrasi,” ujarnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar Khairil Anwar menilai wajar jika para atlet menuntut uang saku dibayarkan sebelum bertanding, mengingat perjuangan mereka mengharumkan nama Kukar di ajang tersebut. “Target kita, Kukar masuk tiga besar juara,” tegasnya. (Andri)