src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto: Tempat pembuangan sampah (TPS) di salah satu sudut Kota Tenggarong. (Sumber: Andri/Headline)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Para petugas pengangkut sampah di Kutai Kartanegara (Kukar) kerap kali terluka akibat terkena pecahan kaca yang tercampur dalam sampah rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar meminta masyarakat memilah sampah sebelum membuangnya ke tempat sampah.
“Belum lama ini kejadian lagi, petugas kami tangannya luka dan harus dijahit,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro, Sabtu 10 Oktober 2026.
Menurut Tri Joko, masalah utamanya adalah warga tidak memilah sampah terlebih dahulu. Pecahan kaca kerap dimasukkan ke dalam satu kantong plastik bersama sampah basah dan jenis sampah lain. Padahal, sesuai aturan, pecahan kaca tidak boleh disatukan dengan sampah lain. “Pecahan kaca harus disendirikan, tidak boleh digabungkan dengan sampah yang lain,” jelasnya.
Tri Joko menyebut, pecahan kaca termasuk sampah spesifik. Warga diminta mengumpulkannya terlebih dahulu. Jika sudah banyak, warga dapat menghubungi petugas untuk mengambilnya secara terpisah.
“Bukan hanya kaca, baju bekas dan kasur bekas itu juga bagian dari sampah spesifik. Silakan hubungi kami, nanti ada petugas yang mengangkut sampah tersebut,” ujarnya.
Terkait jaminan kerja, Tri Joko mengatakan, petugas pengangkut sampah selain menerima gaji juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Bentuk kepedulian lainnya adalah pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Saat ini, jumlah petugas kebersihan di Kukar mencapai 600 orang. Namun, jumlah tersebut dinilai masih kurang. “Tahun depan kami rencanakan merekrut tenaga kebersihan,” ujarnya. (Andri)