src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim SAR gabungan melakukan pemantauan di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Samarinda, Kamis (5/11/2026) malam, setelah dua bocah dilaporkan tenggelam. Pencarian sementara dilakukan dengan bantuan penerangan karena terbatasnya jarak pandang. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dua bocah laki-laki dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis, 5 November 2026 sore. Salah seorang korban sempat terlihat melambaikan tangan dari permukaan air untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya menghilang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 Wita, tepatnya di sekitar Cafe Teluk Lerong. Berdasarkan keterangan saksi mata, kedua bocah itu awalnya terlihat berada di antara bebatuan yang berada tidak jauh dari tepian sungai.
Saksi bernama Ikhsan mengatakan, saat pertama kali melihat keduanya, mereka masih berdiri di area perairan dengan ketinggian air sekitar kaki. Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya mempersiapkan kursi untuk bekerja di sekitar lokasi.
Namun, beberapa saat kemudian, Ikhsan melihat salah seorang anak mulai kesulitan di dalam air. Ketika itu, bagian kepala dan tangan korban masih terlihat di permukaan. Korban bahkan sempat melambaikan tangan sebagai isyarat meminta pertolongan.
“Dia sudah sisa kepala sama tangannya di sini. Sempat tadi melambai-lambai,” ujar Ikhsan saat ditemui di lokasi kejadian.
Ikhsan memperkirakan posisi korban saat meminta pertolongan sudah agak ke tengah sungai. Akan tetapi, ketika dirinya dan orang-orang di sekitar lokasi mendekat, kedua bocah tersebut sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan dua anak tenggelam dari Pamapta Samarinda, Wahyu. Setelah menerima informasi, personel Pos SAR Samarinda langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal bersama unsur SAR gabungan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari saksi, salah seorang anak sempat terlihat mengangkat tangan dari permukaan air. Petugas parkir yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya mendatangi titik korban. Namun, saat tiba di lokasi, ia juga melihat seorang anak lainnya ikut tenggelam.
Aries menyebut, untuk sementara terdapat dua anak yang diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Namun, proses pencarian di perairan belum dapat dilakukan saat itu karena kondisi jarak pandang yang terbatas.
Kondisi tersebut membuat tim SAR gabungan melakukan pemantauan dari darat dengan bantuan penerangan sembari mengamati area sekitar titik terakhir kedua bocah terlihat.
“Untuk saat ini kami tidak bisa melaksanakan pencarian karena keterbatasan jarak pandang. Jadi, kami bersama unsur SAR gabungan yang ada di lapangan melaksanakan pemantauan di darat menggunakan pencahayaan,” demikian Aries Setiawan. (Retno)