src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar. (Foto: Retno/Headlinekaltim.coHEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengerahkan 25 petugas kebersihan untuk membersihkan sisa sampah aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu, 4 November 2026 malam.
Pembersihan dilakukan setelah massa membubarkan diri. Petugas menyisir area halaman kantor gubernur hingga kawasan sekitar lokasi demonstrasi untuk mengangkut sampah yang ditinggalkan selama aksi berlangsung.
Dalam demonstrasi tersebut, massa GERAM tidak hanya menyampaikan aspirasi melalui orasi, tetapi juga melakukan aksi simbolik dengan melempar dan menumpahkan sayuran serta buah-buahan busuk di area kantor gubernur. Aksi itu menjadi bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai masih merugikan masyarakat di Kalimantan Timur.

Petugas DLH Samarinda menyisir dan melakukan pembersihan pasca aksi demo oleh Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Rabu (4/11/2026) malam. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengatakan pembersihan setelah demonstrasi merupakan bagian dari tugas rutin instansinya. DLH berkewajiban memastikan fasilitas umum dan ruas jalan di sekitar lokasi kembali bersih agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Petugas kebersihan telah disiagakan setiap kali ada kegiatan demonstrasi. Begitu massa membubarkan diri, tim DLH langsung masuk ke lokasi untuk melakukan penanganan sampah.
“Jadi memang sudah kewajiban kita dari DLH, artinya memastikan bahwa pascademo, fasilitas, kemudian arus lalu lintas juga, kebersihan di sepanjang areal yang menjadi lokasi demo itu harus secepat mungkin bersih, supaya tidak ada gangguan buat masyarakat,” ujar Taufiq.
Untuk mendukung pembersihan malam itu, DLH menyiapkan empat kendaraan operasional. Terdiri dari satu dump truck dan satu mobil pickup untuk pengangkutan sampah, serta mobil tangki dan mobil sweeper yang disiagakan untuk membantu penanganan dan penyapuan jalan.
Taufiq menyebut, berdasarkan perkiraan sementara, volume sampah yang harus dibersihkan tidak mencapai satu truk penuh atau sekitar dua ton paling banyak. Dengan jumlah petugas dan armada yang disiapkan, DLH menargetkan pekerjaan tersebut selesai dalam waktu maksimal dua jam.
Meski demikian, ia menilai kesadaran peserta demonstrasi untuk menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir, Samarinda cukup sering menjadi lokasi aksi unjuk rasa dan DLH masih menemukan volume sampah yang cukup banyak setelah kegiatan tersebut.
Ia berharap masyarakat maupun peserta aksi dapat ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, termasuk dengan tidak meninggalkan sampah di fasilitas umum setelah menyampaikan aspirasi.
“Harapan kita ya, tanggung jawab kita bersama. Artinya, kami dari DLH mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk ketika ada aksi demonstrasi seperti ini, mudah-mudahan kesadaran akan kebersihan ini bisa ditingkatkan lagi,” harap Taufiq. (Retno)