src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kualitas Makanan MBG Jadi Perhatian, 14 SPPG di Berau Segera Diperiksa

Kualitas Makanan MBG Jadi Perhatian, 14 SPPG di Berau Segera Diperiksa

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Nov 2026 19:33 40 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Tak ingin program yang menyasar pemenuhan gizi generasi muda ini hanya berjalan sebatas distribusi makanan, pemerintah daerah bersiap turun langsung memeriksa operasional dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebanyak 14 SPPG menjadi sasaran verifikasi ulang dan inspeksi yang akan dilakukan Pemkab Berau. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemilihan bahan pangan hingga makanan diterima oleh para penerima manfaat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa MBG harus tetap berorientasi pada tujuan utamanya, yakni meningkatkan pemenuhan gizi dan mendukung kecerdasan generasi bangsa.

“Program tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai peluang bisnis bagi penyedia makanan. Kepentingan dan kualitas makanan yang diterima masyarakat, khususnya para penerima manfaat, harus menjadi prioritas,” tuturnya.

Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pangan, menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar pelaksanaan program tetap berada dalam koridor yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan rencana kegiatan inspeksi terhadap 14 SPPG tersebut.

Pemeriksaan nantinya tidak hanya berfokus pada makanan yang sudah siap disajikan, tetapi juga menyasar proses di balik penyediaannya. Mulai dari kualitas dan pemilihan bahan pangan, sistem penyimpanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan.

Dengan pemeriksaan menyeluruh tersebut, pemerintah ingin memastikan kualitas makanan tidak hanya terlihat baik saat diterima, tetapi juga terjamin sejak proses awal pengolahan.

“Pengawasan ini menjadi penting agar MBG benar-benar memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan,” bebernya. 

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengatakan, pengawasan terhadap program tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak awal pelaksanaannya. Pada 2025, pemerintah daerah telah membentuk tim satgas untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengawal pelaksanaan MBG di daerah.

Menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri, pihaknya kini akan kembali melakukan verifikasi terhadap 14 SPPG yang menjadi sasaran pemeriksaan.

“Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan pelaksanaan program nasional ini berjalan sesuai tujuan dan tidak mengabaikan aspek keamanan maupun kualitas pangan,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x