src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dari Masalah Lingkungan Menjadi Peluang Ekonomi, Ini Dorongan Gamalis Soal Sampah

Dari Masalah Lingkungan Menjadi Peluang Ekonomi, Ini Dorongan Gamalis Soal Sampah

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Nov 2026 19:16 24 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir. Dibutuhkan perubahan cara pandang masyarakat agar sampah dapat dikelola menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Hal inilah yang menjadi perhatian Wakil Bupati Berau, Gamalis. Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengubah paradigma dalam memandang sampah. Menurutnya, sampah bukan lagi sekadar sesuatu yang tidak terpakai dan harus dibuang, melainkan memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik.

“Perubahan pola pikir ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Berau,” bebernya.

Gamalis menilai, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah, terutama petugas kebersihan dan fasilitas pengangkutan. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama, dimulai dari kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan penghijauan. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan sejumlah material lainnya masih memiliki nilai jual apabila dipilah dan disalurkan melalui mekanisme daur ulang.

“Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bahkan dapat membuka peluang usaha baru, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan sampah,” tuturnya.

Menurutnya, pendekatan pengelolaan sampah harus dibangun melalui keterlibatan semua pihak. Pemerintah daerah perlu memperkuat fasilitas dan sistem pengelolaan, sementara masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas lingkungan harus mengambil bagian dalam mengurangi dan mengolah sampah.

Berau memiliki potensi pariwisata dan kekayaan alam yang perlu dijaga. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan daya tarik daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi wisata.

Ia berharap, kesadaran untuk mengelola sampah tidak hanya muncul ketika ada kegiatan gotong royong atau imbauan kebersihan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu, mengubah cara pandang terhadap sampah menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan Berau yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x