src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Menelusuri Jejak Bumi Batiwakkal Lewat Gambar, Pameran Foto Sejarah Berau Berlangsung hingga 31 Oktober

Menelusuri Jejak Bumi Batiwakkal Lewat Gambar, Pameran Foto Sejarah Berau Berlangsung hingga 31 Oktober

waktu baca 3 menit
Kamis, 29 Okt 2026 16:33 18 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Perjalanan Kabupaten Berau dari masa ke masa tidak hanya tercatat dalam dokumen sejarah, tetapi juga tersimpan dalam bingkai foto yang merekam perubahan wajah daerah, kekayaan budaya, hingga perkembangan pembangunan. Melalui pameran foto “73 Tahun Berau dalam Gambar”, masyarakat diajak kembali mengenali jejak perjalanan Bumi Batiwakkal sekaligus menjaga ingatan kolektif agar tidak hilang ditelan waktu. Pameran bertema “Merawat Memori, Menginspirasi Generasi” ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau. Kegiatan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 di Story Mount.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Berau, Maulidiyah, menyampaikan bahwa pameran tersebut menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer lokal yang selama ini berkontribusi mendokumentasikan perjalanan dan identitas Kabupaten Berau. Menurutnya, Berau memiliki kekayaan sejarah, budaya, keindahan alam, serta jejak pembangunan yang bernilai untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, dokumentasi visual menjadi bagian penting dalam menjaga rekam perjalanan daerah.

“Pameran ini tidak sekadar menampilkan foto sebagai karya seni, tetapi juga menghadirkan cerita tentang perubahan Berau dari masa ke masa,” ucapnya.

Melalui dokumentasi tersebut, masyarakat dapat melihat kembali berbagai peristiwa, perkembangan infrastruktur, kehidupan budaya, hingga potensi wisata yang menjadi bagian dari identitas daerah. Sebanyak 20 pegiat fotografi Kabupaten Berau berkontribusi dalam pameran ini. Koleksi yang ditampilkan bersumber dari berbagai arsip, yakni 70 persen arsip pribadi masyarakat, 20 persen dokumentasi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta 10 persen arsip media lokal.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa upaya merawat memori daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan insan pers yang turut merekam perjalanan Berau melalui sudut pandang masing-masing. “Selain menjadi ruang dokumentasi sejarah, pameran ini diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap daerahnya sendiri,” ungkapnya.

Maulidiyah berharap, karya-karya yang ditampilkan mampu mendorong anak muda untuk lebih mengenal sejarah lokal, menghargai warisan budaya, serta mengambil peran dalam melestarikannya. Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka ruang bagi perkembangan industri kreatif lokal. Fotografer, seniman, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kreator konten mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi.

Tidak hanya pameran foto, kegiatan ini turut menghadirkan beragam agenda pendukung, mulai dari sesi berbagi bersama pelaku UMKM lokal, diskusi fotografi, pertunjukan monolog, live painting, hingga pembahasan pengelolaan sampah yang bernilai bagi pariwisata berkelanjutan. “Rangkaian tersebut menjadi upaya mempertemukan sejarah, seni, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu ruang kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat luas,” bebernya.

Pameran “Berau dalam Gambar” terbuka bagi masyarakat Kabupaten Berau maupun pengunjung dari luar daerah. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat langsung berbagai dokumentasi perjalanan Berau sekaligus mendukung karya para pegiat kreatif lokal. (Riska)

LAINNYA
x